JAKARTA – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini potensi hujan yang masih berlanjut hingga akhir April 2026, di tengah penguatan monsun Australia. BMKG mencatat, beberapa waktu terakhir terjadi hujan dengan intensitas ringan hingga lebat di sejumlah wilayah Indonesia pada periode 9–12 April 2026.
Curah hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat terpantau di Aceh (105,5 mm/hari), DI Yogyakarta (103,7 mm/hari), Papua Barat (97,7 mm/hari), dan Sumatera Utara (91,9 mm/hari). Kemudian, di Kepulauan Riau (85 mm/hari), Jawa Timur (72,2 mm/hari), Kalimantan Tengah (69,2 mm/hari), Nusa Tenggara Barat (66,3 mm/hari), Sulawesi Selatan (59,8 mm/hari), Kalimantan Tengah (55,5 mm/hari), Kalimantan Utara (55 mm/hari), Riau (52 mm/hari), dan Sumatera Selatan (51,8 mm/hari).
“Kondisi ini dipengaruhi oleh aktivitas gelombang atmosfer, seperti Rossby Ekuatorial, Kelvin, dan Mixed Rossby-Gravity (MRG) di sejumlah wilayah, serta terpantau filter spasial dari fenomena Madden-Julian Oscillation (MJO) yang melintasi sebagian besar wilayah Sumatera,” tulis BMKG, Selasa (14/4/2026).
“Di sisi lain, terdeteksi adanya sirkulasi siklonik di Samudra Hindia selatan Lampung, Selat Karimata, dan Laut Arafuru yang mendorong terbentuknya zona pertemuan angin, konvergensi, dan konfluensi, sehingga meningkatkan peluang pertumbuhan awan hujan, baik di sekitar pusat sirkulasi maupun di wilayah yang dipengaruhi pola angin tersebut,” jelasnya.
Dinamika Atmosfer Sepekan ke Depan
Dalam sepekan ke depan, BMKG mengungkapkan kondisi cuaca di Indonesia masih dipengaruhi dinamika atmosfer dalam skala global, regional, dan lokal. Pada skala global, fenomena El Niño–Southern Oscillation (ENSO) dan Indian Ocean Dipole (IOD) berada pada fase netral. Secara regional, pengaruh monsun Australia tampak semakin kuat dan diperkirakan masih akan bertahan dalam beberapa hari ke depan.
“Penguatan ini mendorong masuknya massa udara yang relatif kering dari Australia ke Indonesia. Di sisi lain, pola angin zonal yang didominasi angin timuran di sebagian besar wilayah Indonesia menjadi salah satu tanda bahwa beberapa wilayah mulai berangsur memasuki masa transisi dari musim hujan ke musim kemarau,” ujarnya.
Meski demikian, sejumlah dinamika atmosfer lainnya masih berperan dalam mendukung potensi hujan di beberapa wilayah Indonesia dalam sepekan ke depan. Secara spasial, MJO diprediksi melintasi sebagian wilayah Aceh, Sumatera Utara, Riau, dan Kepulauan Riau. Selain itu, gelombang Kelvin diprediksi aktif di Pulau Sumatera bagian tengah hingga selatan, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Maluku Utara, serta Pulau Papua bagian utara hingga tengah.
Kemudian, gelombang Rossby Ekuatorial diprakirakan aktif di pesisir selatan Jawa Barat, Kalimantan Timur, Pulau Sulawesi bagian utara hingga tengah, Maluku Utara, dan Papua Selatan. Aktivitas gelombang Mixed Rossby-Gravity (MRG) juga diprediksi aktif di Laut Banda dan Laut Arafura. Kondisi ini dapat memicu terbentuknya daerah konvergensi dan konfluensi yang mendukung pertumbuhan awan hujan di wilayah-wilayah tersebut.
Pada skala lokal, kondisi labilitas lokal kuat yang mendukung proses konvektif terdapat di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Jambi, Sumatera Selatan, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua, Papua Pegunungan, dan Papua Selatan.
Potensi Hujan Sepekan ke Depan
Periode 14–16 April 2026
Cuaca di Indonesia umumnya didominasi oleh kondisi hujan ringan hingga hujan lebat. Perlu diwaspadai adanya peningkatan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang terjadi di Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Bengkulu, Banten, Bali, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Papua Barat, Papua Pegunungan, Papua, dan Papua Selatan.
Selain itu, hujan dengan intensitas lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang dapat terjadi, dengan kategori tingkat peringatan dini dan wilayah potensi kejadian sebagai berikut:
Siaga (hujan lebat–sangat lebat): Aceh, Sumatera Utara, Kepulauan Bangka Belitung, Lampung, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Maluku Utara, dan Papua Tengah.
Angin kencang: Papua Barat dan Papua.
Periode 17–20 April 2026
Cuaca di Indonesia umumnya didominasi oleh kondisi hujan ringan hingga hujan sedang. Perlu diwaspadai adanya peningkatan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang terjadi di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Lampung, Banten, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Papua Barat Daya, Papua Tengah, Papua, dan Papua Selatan.
Selain itu, hujan dengan intensitas lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang dapat terjadi dengan kategori tingkat peringatan dini dan wilayah potensi kejadian sebagai berikut:
Siaga (hujan lebat–sangat lebat): Jawa Barat dan Papua Pegunungan.
Angin kencang: nihil.
(Arief Setyadi )