JAKARTA - Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur mengalami tujuh kali letusan pada, Sabtu (18/4/2026). Tercatat, letusan terbesar dengan tinggi kolom abu 800 meter.
“Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal ke arah barat daya. Erupsi terekam seismograf dengan amplitude maksimum 22 mm dan durasi 130 detik,” tulis keterangan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).
Saat ini, gunung tertinggi di Pulau Jawa tersebut berada pada Status Level III (Siaga). PVMBG merekomendasikan agar masyarakat tidak melakukan aktivitas apa pun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 13 km dari puncak (pusat erupsi).
“Di luar jarak tersebut, masyarakat tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 km dari puncak,”ujarnya.
“Kemudian, tidak beraktivitas dalam radius 5 Km dari kawah/puncak Gunung Api Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar),” lanjutnya.