103 Unit Hunian Tetap Dibangun di Tapanuli Utara Pascabencana, Warga Direlokasi Mei 2026

Ari Sandita Murti, Jurnalis
Selasa 21 April 2026 03:06 WIB
103 Unit Hunian Tetap Dibangun di Tapanuli Utara Pascabencana, Warga Direlokasi Mei 2026 (Dok BNPB)
Share :

JAKARTA - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Suharyanto, memastikan percepatan pembangunan hunian tetap (huntap) bagi warga terdampak bencana hidrometeorologi basah di Desa Dolok Nauli, Kecamatan Adian Koting, Kabupaten Tapanuli Utara, Senin (20/4/2026). Langkah ini bagian dari komitmen pemerintah memastikan transisi pemulihan berjalan tepat waktu bagi masyarakat yang kehilangan tempat tinggal.

Didampingi Wakil Bupati Tapanuli Utara, Deni Parlindungan, beserta jajaran, Kepala BNPB mengawal progres fisik pembangunan 103 unit rumah yang dikerjakan melalui kolaborasi dengan Yayasan Buddha Tzu Chi. Dari total tersebut, sebanyak 70 unit pada tahap awal ditargetkan rampung secara keseluruhan pada Mei 2026, sebanyak 33 unit huntap sisanya saat ini masuk dalam proses pembangunan.

Hunian tetap ini nantinya akan memiliki dua kamar tidur, satu kamar mandi, dapur menyatu dengan tempat cuci piring di bagian belakang, lantai keramik, dan taman kecil di depan rumah. Selain itu, lokasi tersebut dipastikan aman dari potensi bencana banjir dan tanah longsor serta memiliki ketahanan terhadap gempabumi karena dibangun dengan material yang berkualitas seperti bata merah, dan pondasi yang kuat dari batu kali dan tulangan besi sebagai pengikat antar dinding.

"Hari ini saya melihat proses pembangunan 103 unit huntap. Target untuk 70 KK di bulan Mei sudah jadi 100 persen dan bisa segera ditempati. Saat ini, 33 unit rumah berikutnya juga sudah mulai dibangun sebagai kelanjutan tahap kedua," ujar Suharyanto melalui keterangannya, Senin (20/4/2026).

Dia menerangkan, pemerintah berkomitmen memastikan seluruh warga terdampak mendapatkan penanganan yang layak selama masa transisi menuju pemulihan. Hingga saat ini, tercatat masih ada 40 KK yang tinggal di hunian sementara (huntara). Warga lainnya ada pula yang memilih tinggal sementara di rumah kerabat atau menyewa hunian mandiri.

 

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya