Kekerasan Seksual Jadi Alat Israel Intimidasi dan Usir Warga Palestina

Erha Aprili Ramadhoni, Jurnalis
Kamis 23 April 2026 10:28 WIB
Kekerasan Seksual Jadi Alat Israel Intimidasi dan Usir Warga Palestina (Unsplash)
Share :

Penggeledahan Telanjang

Abeer al-Sabbagh (60), adalah salah satu wanita yang diizinkan tentara Israel memasuki kamp pengungsi Jenin untuk waktu terbatas pada 13 April untuk memeriksa rumah mereka setelah penutupan wilayah tersebut selama setahun oleh Israel menyusul serangan mematikan selama berminggu-minggu tahun lalu. Tetapi Abeer tidak tahu bahwa dia akan menjalani penggeledahan telanjang.

Para tentara memaksa para wanita masuk ke sebuah rumah di pintu masuk kamp yang telah mereka tempati. Di dalam, tentara wanita menunggu untuk melakukan penggeledahan menyeluruh.

“Kami tidak tahu mereka akan menggeledah kami. Jika saya tahu, saya tidak akan pergi sama sekali,” kata Abeer. “Para tentara wanita mulai menggeledah kami dengan tangan mereka, lalu mereka menyuruh saya mengangkat gaun saya. Setelah itu, mereka memerintahkan saya untuk melepasnya, lalu mereka memerintahkan saya untuk melepas semua pakaian saya. Saya ragu-ragu, dan mereka mulai berteriak kepada saya. Saya mengatakan kepada mereka bahwa saya tidak ingin masuk ke kamp dan ingin segera pergi. Salah satu tentara wanita berteriak kepada saya dan berkata, ‘Kamu akan digeledah, mau masuk ke kamp atau tidak.’”

Abeer mulai memohon kepada tentara wanita itu agar tidak menelanjanginya, tetapi para tentara itu berteriak padanya.

“Pada saat itu, saya banyak menangis dan berharap saya tidak pergi ke kamp,” tambahnya.

“Saya merasa benar-benar dipermalukan,” kata Abeer. “Mungkin dari semua yang telah kami alami sebagai penghuni kamp Jenin, ini adalah hal terburuk yang pernah terjadi pada saya.”

Fenomena Meluas

Kekerasan dan pelecehan seksual telah berdampak buruk, dengan perempuan dan anak perempuan khususnya yang terkena dampaknya. Untuk mengurangi kemungkinan bertemu dengan warga Israel yang mungkin menyerang atau melecehkan mereka, gadis-gadis Palestina terkadang putus sekolah, dan perempuan berhenti bekerja, menurut laporan Konsorsium Perlindungan Tepi Barat.

Koordinator kelompok Pemuda Melawan Permukiman di Hebron, Issa Amro, mengatakan kepada Al Jazeera bahwa Israel menggunakan pelecehan seksual sebagai alat untuk mempersulit kehidupan warga Palestina dan untuk membalas kehadiran mereka di daerah-daerah yang rawan konflik.

 

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya