LPOI Dorong Rekalibrasi Spiritual untuk Wujudkan Dunia Lebih Baik

Tim Okezone, Jurnalis
Jum'at 24 April 2026 07:50 WIB
LPOI dorong rekalibrasi spiritual untuk wujudkan dunia lebih baik (Foto: Ist)
Share :

Kiai Said Aqil yang juga Mustasyar PBNU dan sesepuh Nahdlatul Ulama menegaskan, ”dengan kembali ke spiritualitas, manusia akan menjadi sadar, bahwa semua manusia adalah saudara yang mendapat tugas yang sama dari Tuhan, untuk memakmurkan dunia dan menjaganya dengan damai. Dan dengan kembali ke alam, manusia akan menjadi sadar betapa pentingnya melestarikan Bumi dan jagat raya sebagai rumah bersama umat manusia. Kesadaran ini tentunya harus diletakkan sebagai core value bagi semua gaya hidup (life style) dan cara pandang (life of view) serta dasar bagi semua tindakan dalam kehidupan manusia. Internalisasi nilai-nilai ini harus ditanamkan sejak dini dan terus-menerus kepada semua generasi, agar misi perdamaian dan kemanusiaan dapat terwujud serta terjaga sepanjang masa”.

Kaum agamawan dari semua agama tidak boleh tinggal diam. Kini saatnya bergerak dan tidak boleh terlambat untuk menata kembali dunia yang tengah di ambang perpecahan.

Kiai Said Aqil yang juga Ketua Umum Majlis Islam A’la Indonesia (MIAI) menyampaikan, bangsa Indonesia wajib dan harus senantiasa hadir secara aktif dan cerdas dengan penuh keberanian serta langkah-langkah yang strategis untuk mensolusikan berbagai persoalan dan dinamika global. Hal ini selaras dengan komitmen bangsa Indonesia dan amanat Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 bahwa sesungguhnya kemerdekaan adalah hak segala bangsa dan oleh sebab itu penjajahan di atas dunia harus dihapuskan, karena tidak sesuai dengan peri kemanusiaan dan peri keadilan. Hal tersebut juga selaras dengan misi manusia diciptakan Allah SWT agar menjadi rahmat bagi semesta alam.

Sementara Imam Pituduh, Sekretaris Jenderal LPOI menjelaskan, pendekatan “Spiritual and Natural Lifestyle”, selain sebagai solusi atas krisis global, keberadaannya diharapkan mampu menjadi jembatan penghubung (connecting bridge) bagi semangat persaudaraan sebagai sesama manusia, yang selama ini telah terkotak-kotak dalam berbagai bentuk perbedaan dan konflik kepentingan. Pendekatan ini diharapkan mampu menjadi jalan alternatif dan sekaligus sebagai jalan keluar (alternative and exit way) dari semua pendekatan yang telah ada, dalam bentuk yang lebih genuine dan lebih solutif, serta tidak terjebak dalam blok-blok peradaban tertentu.

Imam Pituduh yang juga founder Yayasan Inti Trust Fund menambahkan, gagasan ini tidak hanya sekadar teori belaka, tetapi telah tumbuh dan berkembang dalam realitas hidup dan kehidupan masyarakat Asia, dan akan terus-menerus digaungkan ke seluruh penjuru dunia. Praktik-praktik ini nyata dan telah eksis di Asia, khususnya pada isu kesehatan yang mengetengahkan pendekatan “Spiritual and Natural Medicine” dan pada isu pertanian yang menyuguhkan pendekatan “Spiritual and Natural Farming”. 

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya