Gus Rozin menyampaikan terdapat tiga poin utama sikap Forum Ketua PWNU se-Indonesia kepada PBNU. Pertama, PBNU diminta menggelar Muktamar pada akhir Juli atau awal Agustus 2026 sesuai keputusan Rapat Pleno PBNU pada 29 Januari 2026.
“Jika hingga Agustus 2026 Muktamar tidak terlaksana, PWNU bersama PCNU akan menyatakan mosi tidak percaya kepada PBNU,” kata Gus Rozin dalam keterangannya.
Selanjutnya, PBNU diminta konsisten menjalankan keputusan Rapat Harian Syuriyah dan Tanfidziyah pada 18 Maret 2026, termasuk pembentukan panitia Munas/Konbes dan Muktamar serta percepatan penerbitan dan penyelesaian surat keputusan (SK).
Poin terakhir yakni, Steering Committee mesti menetapkan peserta Muktamar yang meliputi PWNU, PCNU, dan PCINU paling lambat satu bulan sebelum pelaksanaan.
Forum ini murni inisiatif para ketua PWNU, tidak dikoordinir secara khusus. Bahkan, kedatangan mereka ke Jakarta juga atas biaya sendiri, padahal ada yang dari Aceh dan Papua Pegunungan.