Tingkat Persetujuan Trump Anjlok, Dipicu Perang Iran dan Biaya Hidup Tinggi

Rahman Asmardika, Jurnalis
Rabu 29 April 2026 17:05 WIB
Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
Share :

JAKARTA — Tingkat persetujuan Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, turun ke level terendah selama masa jabatannya saat ini, menurut jajak pendapat Reuters/Ipsos terbaru yang dirilis awal pekan ini. Menurut jajak pendapat tersebut, warga AS semakin kecewa dengan penanganannya terhadap biaya hidup dan perang dengan Iran yang tidak populer.

Jajak pendapat selama empat hari yang selesai pada Senin (27/4/2026) menunjukkan bahwa hanya 34% warga Amerika yang menyetujui kinerja Trump di Gedung Putih. Angka ini turun dari 36% dalam survei Reuters/Ipsos sebelumnya yang dilakukan pada 15 hingga 20 April.

Tren Penurunan Popularitas

Popularitas Trump di mata publik AS cenderung menurun sejak ia menjabat pada Januari 2025, yang saat itu dimulai dengan dukungan sebesar 47%. Dukungan tersebut semakin merosot sejak AS dan Israel melancarkan perang melawan Iran pada 28 Februari yang memicu lonjakan harga bensin. Tercatat hanya 22% responden yang menyetujui kinerja Trump dalam menangani biaya hidup, turun dari 25% pada survei sebelumnya.

Harga BBM Bebani Masyarakat

Harga bensin di AS telah melonjak lebih dari 40% menjadi sekitar USD 4,18 (sekitar Rp68 ribu) per galon sejak serangan terhadap Iran dimulai pada 28 Februari lalu. Serangan tersebut memicu respons yang menutup seperlima perdagangan minyak global.

Kenaikan harga ini sangat membebani rumah tangga di Amerika dan memicu kekhawatiran di kalangan Partai Republik. Mereka khawatir kehilangan kendali atas Kongres AS dalam pemilihan paruh waktu pada November mendatang. Meskipun mayoritas besar Partai Republik (78%) tetap mendukung Trump, sebanyak 41% dari internal partai tersebut menyatakan tidak setuju dengan cara Trump menangani masalah biaya hidup.

Dinamika Pemilih Independen

Pemilih terdaftar independen, kelompok kunci yang dapat menentukan hasil pemilihan paruh waktu, kini lebih memilih Demokrat dengan selisih 14 poin (34% berbanding 20%) saat ditanya mengenai pilihan dalam pemilihan kongres. Sementara itu, satu dari empat orang menyatakan masih belum memutuskan pilihan.

 

Meskipun konflik dengan Iran telah mereda sejak kesepakatan gencatan senjata awal bulan ini, ancaman keamanan tetap mencegah sebagian besar pengiriman minyak meninggalkan Teluk Persia. Hal ini memicu kenaikan lebih lanjut pada harga energi karena ekonomi global mulai membatasi permintaan dan mengurangi cadangan.

Saat ini, hanya 34% warga Amerika yang menyetujui kebijakan konflik AS dengan Iran, angka yang terus menurun dari 36% pada pertengahan April dan 38% pada pertengahan Maret.

Survei terbaru ini dilakukan secara nasional dan daring dengan mengumpulkan tanggapan dari 1.269 orang dewasa AS, termasuk 1.014 pemilih terdaftar, serta memiliki margin kesalahan sebesar 3 poin persentase.

(Rahman Asmardika)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya