"Selain sesi pembelajaran, kegiatan juga diisi dengan aktivitas pembentukan karakter, seperti penanaman pohon, kerja sama tim, caraka malam, api unggun dan deklarasi kebangsaan, serta pentas seni yang dikemas secara interaktif dalam tim yang berbeda asal sekolahnya, latar belakangnya yang sebelumnya tidak saling mengenal sehingga diharapkan membentuk karakter kepekaan sosial satu sama lainnya sebagai bagian dari keluarga," ujarnya lewat siaran pers, Senin (4/5/2026).
Sejumlah pihak juga dihadirkan seperti dari Densus 88 Anti Teror Mabes Polri, Badan Kesbangpol DKI Jakarta, serta Pusat Pendidikan Wawasan Kebangsaan DKI Jakarta sebagai narasumber. Mereka memberikan penguatan terkait pentingnya kewaspadaan nasional serta menjaga persatuan di kalangan generasi muda.
Kemendagri berharap para pelajar semakin terdorong untuk berpartisipasi dalam kegiatan positif, memperkuat nilai persatuan dan keberagaman, serta meningkatkan ketahanan sosial di lingkungan pendidikan sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas nasional. Selain itu, kegiatan menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam menyediakan ruang ekspresi yang konstruktif bagi pelajar, sekaligus membentuk generasi muda yang berkarakter kuat, berintegritas, dan memiliki komitmen terhadap persatuan bangsa dalam menyongsong Indonesia Emas 2045.
Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya serta Ketua Umum Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) yang juga Bupati Lahat, Bursah Zarnubi juga menghadiri kegiatan itu sebagai bentuk dukungan bersama.
(Arief Setyadi )