Mobil Tabrak Kerumunan di Leipzig, Tewaskan 2 Orang dan Lukai 20 Lainnya

Rahman Asmardika, Jurnalis
Selasa 05 Mei 2026 12:38 WIB
Ilustrasi.
Share :

LEIPZIG – Setidaknya dua orang tewas dan beberapa lainnya luka-luka setelah seorang tersangka berusia 33 tahun menabrakkan mobilnya ke kerumunan orang di kota Leipzig, Jerman Timur, menurut keterangan polisi setempat.

Insiden itu terjadi pada Senin (4/5/2026) sekitar pukul 16.45 di Grimmaische Strasse, sebuah jalan perbelanjaan pusat yang menghubungkan landmark utama dengan alun-alun pasar kota. Kepala pemadam kebakaran Leipzig mengatakan bahwa lebih dari 20 orang "terdampak" setelah sebuah SUV Volkswagen Taigo putih melaju kencang melalui zona pejalan kaki dan menabrak beberapa orang.

"Dua orang mengalami luka parah sehingga meninggal tak lama kemudian," kata polisi Leipzig dalam siaran pers yang dilansir RT. Pernyataan tersebut mengidentifikasi korban tewas sebagai seorang wanita berusia 63 tahun dan seorang pria berusia 77 tahun; keduanya merupakan warga negara Jerman.

Belum jelas apakah insiden itu disengaja atau kecelakaan, tetapi pihak berwenang mengatakan bahwa, "Menurut temuan saat ini, motif politik atau agama tidak dicurigai." Kantor kejaksaan Leipzig telah meluncurkan penyelidikan atas dua tuduhan pembunuhan dan beberapa tuduhan percobaan pembunuhan, di antara tuduhan lainnya.

Pengemudi tersebut ditahan di tempat kejadian. Polisi awalnya menggambarkan pelaku sebagai "warga negara Jerman berusia 33 tahun," tetapi dalam pembaruan terbaru, tersangka hanya disebut sebagai "seorang pria."

Jerman telah menyaksikan beberapa serangan kendaraan bermotor mematikan dalam beberapa tahun terakhir yang melibatkan individu kelahiran asing. Tahun lalu, seorang warga negara Afghanistan menabrak kerumunan massa di Munich yang menyebabkan puluhan orang terluka. Seorang gadis berusia dua tahun dan ibunya kemudian meninggal di rumah sakit akibat luka-luka mereka.

Pada Desember 2024, seorang psikiater Saudi berusia 50 tahun menabrak kerumunan orang di pasar Natal di Magdeburg, menewaskan lima orang dan melukai lebih dari 200 lainnya. Sebelumnya pada 2016, seorang pencari suaka Tunisia yang ditolak menabrakkan truk ke pasar Natal di Berlin, menewaskan 12 orang dan melukai puluhan lainnya.

Serangan-serangan tersebut telah mengintensifkan perdebatan di Jerman mengenai migrasi dan keamanan publik. Partai-partai sayap kanan seperti Alternatif untuk Jerman (AfD) telah mendesak pemerintah untuk mengubah kebijakan migrasi, menggambarkan migran—khususnya mereka yang berasal dari luar Eropa—sebagai beban bagi layanan publik serta pendorong kejahatan dan konflik sosial.

(Rahman Asmardika)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya