Jerman telah menyaksikan beberapa serangan kendaraan bermotor mematikan dalam beberapa tahun terakhir yang melibatkan individu kelahiran asing. Tahun lalu, seorang warga negara Afghanistan menabrak kerumunan massa di Munich yang menyebabkan puluhan orang terluka. Seorang gadis berusia dua tahun dan ibunya kemudian meninggal di rumah sakit akibat luka-luka mereka.
Pada Desember 2024, seorang psikiater Saudi berusia 50 tahun menabrak kerumunan orang di pasar Natal di Magdeburg, menewaskan lima orang dan melukai lebih dari 200 lainnya. Sebelumnya pada 2016, seorang pencari suaka Tunisia yang ditolak menabrakkan truk ke pasar Natal di Berlin, menewaskan 12 orang dan melukai puluhan lainnya.
Serangan-serangan tersebut telah mengintensifkan perdebatan di Jerman mengenai migrasi dan keamanan publik. Partai-partai sayap kanan seperti Alternatif untuk Jerman (AfD) telah mendesak pemerintah untuk mengubah kebijakan migrasi, menggambarkan migran—khususnya mereka yang berasal dari luar Eropa—sebagai beban bagi layanan publik serta pendorong kejahatan dan konflik sosial.
(Rahman Asmardika)