AS Umumkan Perang Melawan Iran Telah Berakhir

Erha Aprili Ramadhoni, Jurnalis
Rabu 06 Mei 2026 08:33 WIB
AS Umumkan Perang Melawan Iran Telah Berakhir (X)
Share :

WASHINTON DC - Menteri Luar Negeri (Menlu) Amerika Serikat (AS) Marco Rubio mengumumkan Operasi Epic Fury — nama yang diberikan AS untuk serangan gabungan AS-Israel terhadap Iran — telah berakhir. Rubio menekankan tujuan utamanya telah tercapai dan menegaskan AS tidak berupaya untuk melanjutkan pertempuran atau meningkatkan situasi lebih lanjut.

1. Perang Telah Berakhir

"Operasi telah berakhir. Epic Fury, Presiden (Trump) telah memberi tahu Kongres. Kita telah selesai dengan tahap itu," kata Rubio, yang menggantikan Sekretaris Pers Karoline Leavitt, kepada wartawan selama konferensi pers Gedung Putih pada Selasa (5/5/2026), melansir TRT.

Rubio mengatakan selama operasi tersebut AS menghancurkan kemampuan rudal balistik jarak pendek Iran, peluncur, pabrik, dan angkatan laut sehingga Teheran tidak lagi dapat "membangun perisai di balik mana mereka dapat menyembunyikan program nuklir mereka."

"(Ini-red) pencapaian yang sangat substansial dan itulah tujuan operasi ini sejak hari pertama," katanya.

Rubio menekankan, AS tidak berupaya untuk melanjutkan pertempuran atau meningkatkan eskalasi lebih lanjut, tetapi sekarang beralih ke "Proyek Kebebasan" untuk mengamankan kebebasan navigasi di Selat Hormuz melalui pengawalan defensif untuk kapal-kapal.

Pemerintah Iran tidak memberikan reaksi langsung terhadap komentar yang dibuat oleh Rubio.

Ketegangan di Timur Tengah meningkat secara dramatis ketika AS dan Israel melancarkan perang terhadap Iran pada 28 Februari.

Hal ini memicu serangan balasan dari Teheran yang menargetkan pasukan AS, Israel, dan sekutu Amerika di Teluk, bersamaan dengan gangguan signifikan di Selat Hormuz.

Gencatan senjata yang dimediasi Pakistan mulai berlaku pada 8 April. Namun, pembicaraan selanjutnya di Islamabad gagal menghasilkan kesepakatan yang langgeng.

Gencatan senjata kemudian diperpanjang tanpa batas waktu oleh Presiden AS Donald Trump. Sejak 13 April, AS telah memberlakukan blokade angkatan laut yang menargetkan lalu lintas maritim Iran di jalur air strategis tersebut.

Rubio mengatakan tindakan AS sangat merusak ekonomi Iran. Biaya sekitar USD430 juta per hari.

 

2. Operasi Selat Hormuz

Rubio menggambarkan "Proyek Kebebasan" sebagai operasi defensif, berbeda dari Epic Fury.

"Ini bukan operasi ofensif; ini adalah operasi defensif," kata Rubio.

"Dan artinya sangat sederhana — tidak ada penembakan kecuali kita ditembak terlebih dahulu. Kita hanya akan merespons jika diserang terlebih dahulu."

Pengarahan tersebut terjadi di tengah baku tembak AS-Iran baru-baru ini di jalur air utama, Selat Hormuz. Namun, Rubio menekankan bahwa gencatan senjata tetap berlaku dan fase militer Epic Fury telah berakhir.

Rubio memperingatkan Iran atas blokade Hormuz. 
"Selat Hormuz bukan milik Iran. Mereka tidak berhak menutupnya dan meledakkan kapal serta memasang ranjau. Dan itulah yang telah mereka lakukan." 

Ia mengatakan, hal itu perlu ditangani. "Itu tidak bisa dinormalisasi," katanya.
 

(Erha Aprili Ramadhoni)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya