JAKARTA - Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha, Kementerian Agama menegaskan, bahwa pelestarian lingkungan merupakan bagian dari praktik kebajikan dalam ajaran Buddha yang menekankan keharmonisan antara manusia dan alam.
“Kemenag selama dua tahun berturut-turut menyongsong Hari Raya Waisak dengan menggelar rangkaian karya kebajikan selama satu bulan penuh untuk agama, bangsa, negara, dan kehidupan, termasuk bagi alam semesta,”ujar Dirjen Bimas Buddha, Supriyadi, Senin (11/5/2026).
Supriyadi mengatakan, Kemenag akan mengadakan Gerakan Eco Enzyme dalam rangkaian kegiatan Vesakha Sananda 2570 BE di Sungai Sentiong Sunter.
Sebanyak 5.770 liter Eco Enzyme murni dituangkan ke aliran Sungai Sentiong Sunter sebagai simbol komitmen bersama dalam menjaga kelestarian lingkungan hidup.
“Kegiatan ini menjadi wujud nyata kepedulian umat Buddha bersama masyarakat terhadap pelestarian lingkungan melalui aksi sederhana yang membawa dampak besar bagi ekosistem,” ujarnya.
Dia berharap masyarakat untuk berkontribusi menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan bersih dengan menuangkan Eco Enzyme ke aliran sungai.
Eco Enzyme merupakan cairan hasil fermentasi limbah organik yang diyakini mampu membantu mengurangi polutan kimia serta memperbaiki kualitas air.
“Salah satu kegiatan yang dilaksanakan adalah pembuatan Eco Enzyme secara serentak di 34 provinsi pada 7 Mei, dan hari ini 10 Mei dilanjutkan dengan gerakan menuang Eco Enzyme secara serentak di seluruh Indonesia bersama para pemerhati lingkungan,” tutup Supriyadi.