Tak hanya itu, Nadiem mengaku sempat tertahan di depan lift sebelum masuk ke rumahnya. Ia mengatakan dirinya merasa takut untuk kembali memasuki tempat yang biasa ia tinggali bersama keluarga.
“Ke rumah saya pun saya sempat tertahan di lift, takut untuk masuk balik ke dalam rumah. Tapi akhirnya saya melangkah dan masuk,” lanjutnya.
Nadiem pun bersyukur majelis hakim mengabulkan permohonannya menjadi tahanan kota demi menjalani operasi. Ia juga mengapresiasi sikap hakim yang dinilainya manusiawi karena mengizinkannya menjalani masa perawatan bersama keluarga.
“Saya tentunya bersyukur luar biasa karena bisa menjalani operasi dan perawatan di rumah dalam lingkungan steril. Saya juga bersyukur hakim manusiawi memperbolehkan saya bersama keluarga di masa perawatan,” tandasnya.
(Awaludin)