Selain itu, masyarakat juga diingatkan untuk tidak melakukan pelanggaran yang berisiko membahayakan keselamatan, seperti melawan arus, menggunakan ponsel saat berkendara, menerobos lampu merah, maupun memacu kendaraan dengan kecepatan tinggi.
“Kepadatan arus lalu lintas sering kali memancing emosi di jalan. Karena itu penting bagi setiap pengendara untuk menjaga kesabaran dan saling menghormati sesama pengguna jalan,” tuturnya.
Menurut Agus, tertib berlalu lintas bukan sekadar mematuhi aturan, tetapi juga bentuk kepedulian terhadap keselamatan orang lain.
“Sebab pada akhirnya, perjalanan yang paling berarti bukan tentang seberapa cepat seseorang tiba, melainkan tentang bagaimana semua orang dapat kembali pulang dengan selamat,” pungkasnya.
(Awaludin)