JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan adanya fenomena pergerakan tanah di Desa Dayeuhluhur, Kecamatan Dayeuhluhur, Kabupaten Cilacap, pada Senin (11/5/2026). Hal ini dipicu hujan yang berkepanjangan melanda daerah tersebut.
"Hujan dengan intensitas tinggi berdurasi lama serta minimnya saluran drainase memicu melemahnya struktur tanah hingga menyebabkan pergerakan tanah," kata Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari dalam keterangannya, Rabu (13/5/2026).
Peristiwa tersebut membuat enam rumah warga mengalami kerusakan. Tak hanya rumah warga, fenomena ini juga merusak akses Jalan warga.
"Terdapat enam unit rumah terdampak, dengan rincian tiga unit rusak ringan, dua unit rusak sedang, dan satu unit rusak berat. Selain itu, empat titik jalan desa dengan total panjang sekitar 145 meter turut terdampak," sambungnya.
Abdul menyampaikan, BPBD Kabupaten Cilacap bersama tim gabungan serta masyarakat telah melaksanakan kerja bakti pengurukan jalan yang amblas agar bisa kembali dilalui kendaraan.
Selain itu, BNPB juga melaporkan peristiwa tanah longsor yang terjadi di Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, pada Senin (11/5/2026). Akibatnya, 10 unit rumah mengalami kerusakan.
"Lokasi terdampak meliputi Desa Bunter dan Desa Margaharja di Kecamatan Sukadana; Desa Sukasetia dan Desa Sukamaju di Kecamatan Cihaurbeuti; Desa Kaso di Kecamatan Tambaksari; Desa Sukahurip di Kecamatan Cisaga; serta Desa Budiasih di Kecamatan Sindangkasih," ucapnya.
Ia menambahkan, kerusakan juga berdampak pada satu unit balai desa, satu unit balai kebun, satu saluran irigasi, dan lima ruas jalan penghubung kecamatan.
(Arief Setyadi )