WHO menilai situasi keamanan yang tidak stabil, krisis kemanusiaan berkepanjangan, tingginya mobilitas masyarakat, serta banyaknya fasilitas kesehatan informal di wilayah terdampak memperbesar risiko penyebaran wabah.
Negara-negara yang berbatasan langsung dengan DR Kongo juga dianggap memiliki risiko tinggi akibat intensitas perdagangan dan perjalanan lintas batas.
WHO meminta DR Kongo dan Uganda segera membentuk pusat operasi darurat guna memperkuat pemantauan, pelacakan kasus, serta langkah pencegahan infeksi.
Badan kesehatan global itu juga menegaskan pasien terkonfirmasi harus segera diisolasi dan dirawat hingga dua tes virus Bundibugyo dengan jeda minimal 48 jam menunjukkan hasil negatif.
Sementara itu, negara-negara yang berbatasan dengan wilayah terdampak diminta meningkatkan pengawasan dan sistem pelaporan kesehatan.
WHO menekankan negara lain tidak perlu menutup perbatasan ataupun membatasi perjalanan dan perdagangan karena langkah tersebut dinilai tidak memiliki dasar ilmiah.