Direktur FBI, Kash Patel, menyebut dakwaan tersebut sebagai langkah besar menuju pertanggungjawaban atas tragedi yang telah berlangsung hampir tiga dekade lalu.
Di sisi lain, Presiden Kuba Miguel Díaz-Canel mengecam dakwaan itu dan menyebutnya sebagai tindakan politik tanpa dasar hukum. Ia menuding AS memanipulasi fakta penembakan pesawat tahun 1996.
Menurut Díaz-Canel, Kuba bertindak dalam bentuk “pembelaan yang sah” setelah terjadi pelanggaran berulang terhadap wilayah udaranya yang sebelumnya telah diperingatkan kepada pejabat AS.
(Awaludin)