JAKARTA - Orangtua terduga pelaku penganiayaan terhadap penumpang JakLingko berinisial RS, Suhari, menyampaikan permintaan maaf kepada korban bernama Berliana atas insiden yang terjadi di kawasan Pesanggrahan, Jakarta Selatan.
“Saya orangtua dari kasus ini. Secara pribadi saya mohon maaf sedalam-dalamnya apabila anak saya telah menyusahkan orang lain. Saya mohon maaf apabila kondisi fisik dan mental anak saya memang sedang kurang baik,” ujarnya kepada wartawan, Sabtu (23/5/2026).
Menurut Suhari, anak perempuannya memang mengalami gangguan mental sehingga kerap sulit diarahkan oleh keluarga.
Sementara itu, Kepala Sudin Sosial Kecamatan Pesanggrahan, Sansan Hasanuddin, mengatakan pihaknya berkoordinasi dengan kepolisian terkait penanganan terduga ODGJ yang diduga melakukan penganiayaan terhadap penumpang JakLingko.
Pihaknya juga melakukan pendampingan terhadap terduga pelaku untuk menjalani uji klinis kejiwaan di rumah sakit jiwa (RSJ).
“Secara teknis kami mengantar dari Polsek Pesanggrahan ke rumah sakit karena dikhawatirkan terjadi hal yang tidak diinginkan di perjalanan. Untuk rekam medis, perawatan, dan lainnya menjadi kewenangan rumah sakit,” tuturnya.
Ia menjelaskan, penanganan medis terhadap pelaku nantinya akan ditentukan berdasarkan hasil pemeriksaan lebih lanjut, termasuk kemungkinan dirawat di RSJ kawasan Grogol atau Duren Sawit.
Adapun biaya perawatan dimungkinkan dapat ditanggung BPJS apabila pihak keluarga memiliki kepesertaan aktif.
Sansan juga mengingatkan masyarakat bahwa Pemprov Jakarta memiliki aplikasi JAKI yang dapat digunakan warga untuk melaporkan persoalan sosial di lingkungan sekitar.
“Pemprov Jakarta punya aplikasi JAKI. Warga bisa mengadukan persoalan sosial, termasuk kasus seperti ini, lalu kami tindak lanjuti ke lokasi,” katanya.
Kapolsek Pesanggrahan, Kompol Seala Syah Alam menambahkan, polisi tetap memproses kasus tersebut sesuai prosedur hukum sambil menunggu hasil uji klinis kejiwaan terhadap terduga pelaku.
“Kasus hukumnya tetap berjalan sesuai prosedur sambil Dinsos melakukan pendampingan ke RSJ sesuai rujukan dan rekam medisnya. Nanti kami menunggu hasil uji klinis,” katanya.
(Awaludin)