Seskoad tercatat melahirkan sejumlah tokoh nasional yang kemudian menjadi pemimpin bangsa. Presiden Ke-2 RI Soeharto, Presiden Ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono, hingga Presiden Prabowo Subianto merupakan lulusan lembaga tersebut.
Selain itu, tiga alumni Seskoad juga pernah menjabat Wakil Presiden RI, yakni Wakil Presiden Ke-4 Umar Wirahadikusumah, Wakil Presiden Ke-5 Sudharmono, dan Wakil Presiden Ke-6 Try Sutrisno.
Tidak hanya berkontribusi di tingkat nasional, Seskoad juga memiliki reputasi internasional. Tercatat empat Kepala Staf Angkatan Darat Singapura pernah menempuh pendidikan di lembaga itu, yakni Neo Kian Hong yang menjabat KSAD Singapura periode 2007-2010, Melvyn Ong Su Kiat periode 2015-2018, David Neo Chin Wee periode 2022-2025, serta KSAD Singapura saat ini, Cai Dexian.
Kepala Departemen Kejuangan dan Doktrin Seskoad, Kolonel Arhanud Desi Ariyanto, mengatakan museum tersebut menjadi sarana penting bagi para perwira untuk mempelajari sejarah perjuangan dan kepemimpinan militer.
“Museum ini didirikan sebagai tempat menggali sejarah. Sebagai militer, kami harus memahami sejarah perang dan sejarah militer, karena di dalamnya terdapat nilai-nilai kepemimpinan,” ujar Desi Ariyanto.
Selain museum, Seskoad juga memiliki perpustakaan dengan koleksi sekitar 42 ribu buku. Setiap tahun, sekitar 500 siswa, termasuk 30 siswa mancanegara, menempuh pendidikan di lembaga tersebut.
“Mereka belajar di sini. Di museum lantai satu mereka belajar sejarah, sedangkan di lantai dua mereka mengembangkan kemampuan, keterampilan, dan olah pikir, tidak hanya dalam bidang kemiliteran tetapi juga ilmu pemerintahan,” tuturnya.
(Awaludin)