Dewan Perdamaian Trump ‘Bokek’, Terima Nol Dolar dari Donor

Rahman Asmardika, Jurnalis
Jum'at 29 Mei 2026 08:52 WIB
Dewan Perdamaian untuk Gaza yang dibentuk Presiden AS Donald Trump mengalami krisis. (Foto: Departemen Luar Negeri AS)
Share :

JAKARTA - Dewan Perdamaian untuk Gaza atau Board of Peace (BoP) yang dibentuk oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menghadapi krisis yang semakin dalam setelah dana rekonstruksi resminya gagal menerima dana donor. BoP sebelumnya telah dijanjikan dukungan sebesar USD 17 miliar, tetapi hingga saat ini belum menerima sepeser pun dana, menimbulkan pertanyaan baru tentang apakah badan yang didukung AS ini hanyalah proyek politik kosong.

Menurut Financial Times, dana yang dikelola Bank Dunia yang dibentuk untuk dewan tersebut belum menerima kontribusi donor selama empat bulan setelah pembentukannya. Seseorang yang mengetahui masalah ini mengatakan: "Nol dolar telah disetorkan." Kegagalan ini terjadi meskipun negara-negara anggota menjanjikan USD 7 miliar untuk "paket bantuan" Gaza, sementara Trump menjanjikan tambahan USD 10 miliar dana dari AS.

Alih-alih menggunakan mekanisme Bank Dunia, yang didukung oleh PBB dan tunduk pada persyaratan pelaporan, sumbangan dilaporkan telah disalurkan melalui rekening JPMorgan. Pengaturan ini telah menimbulkan kekhawatiran serius, karena tampaknya tidak ada aturan pengungkapan independen yang berlaku untuk rekening pribadi tersebut.

Seorang pejabat Dewan Perdamaian mengatakan kepada Financial Times bahwa “sejumlah opsi telah ditetapkan untuk menerima pendanaan” dan bahwa para penyumbang telah memilih “opsi lain”. Pejabat tersebut menambahkan bahwa dewan akan melaporkan keuangannya kepada dewan eksekutifnya sendiri, yang terdiri dari pejabat dan penasihat pemerintahan Trump, “pada waktu yang dianggap tepat”.

Dana terbatas yang telah diberikan tampaknya hanya sedikit membantu mengatasi kehancuran Gaza. Kontribusi Maroko sebesar USD 20 juta dilaporkan telah membantu mendanai kantor Nickolay Mladenov, “perwakilan tinggi” dewan untuk Gaza pasca-perang, dan gaji untuk komite teknokrat Palestina yang dibentuk untuk mengatur Jalur Gaza. Kontribusi terpisah sebesar USD 100 juta dari Uni Emirat Arab yang dimaksudkan untuk melatih pasukan polisi Gaza yang baru belum digunakan, dengan program tersebut belum dimulai dan dananya dibekukan.

 

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya