GALATI - Sebuah drone milik Rusia menghantam kota di tenggara Rumania selama serangan pada Kamis (28/5/2026) malam terhadap Ukraina, menurut keterangan dari Bukares. Ini adalah pertama kalinya dalam perang tersebut sebuah drone menghantam daerah padat penduduk di Rumania, negara anggota NATO, dan menyebabkan cedera.
Insiden di Rumania, yang juga anggota Uni Eropa, kemungkinan akan meningkatkan ketegangan di sayap timur NATO pada saat sekutu Ukraina khawatir perang Rusia terhadap negara tetangganya akan meluas ke perbatasannya.
"Kami mengutuk kecerobohan Rusia, dan NATO akan terus memperkuat pertahanan kami terhadap semua ancaman, termasuk drone," tulis juru bicara NATO di X, sebagaimana dilansir Reuters.
Drone tersebut menghantam atap sebuah blok apartemen 10 lantai di Galati dan menyebabkan ledakan, kata pihak berwenang Rumania.
Dalam sebuah pernyataan, Kementerian Pertahanan Rumania mengatakan bahwa berdasarkan informasi awal, seluruh muatan drone Geran 2, buatan Rusia, meledak saat benturan.
Rumania, yang memiliki perbatasan darat sepanjang 650 km (400 mil) dengan Ukraina, telah mengalami pelanggaran wilayah udara oleh drone Rusia sebanyak 28 kali sejak Moskow mulai menyerang pelabuhan Kyiv di seberang Sungai Danube, kata Kementerian Pertahanan Rumania.
Menteri Luar Negeri Rumania Oana Toiu menyebut insiden itu sebagai "pelanggaran serius terhadap hukum internasional" dan mengatakan bahwa Bukares telah "meminta langkah-langkah untuk mempercepat transfer kemampuan anti-drone ke Rumania". Ia mengatakan duta besar Rusia telah dipanggil ke kementerian luar negeri.
Tidak ada komentar langsung dari Kementerian Pertahanan Rusia.