MOSKOW - Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan bahwa Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump telah meminta Rusia untuk membuat beberapa kompromi demi kesepakatan perdamaian Ukraina. Terkait permintaan tersebut, Rusia menyatakan siap melakukannya asalkan Ukraina melakukan hal yang sama.
Ia berbicara kepada wartawan di Saint Petersburg pada Kamis (4/6/2026) bahwa Rusia memiliki semua sumber daya untuk mencapai tujuan militernya dan pasukannya sedang maju di Ukraina, tetapi Rusia tetap siap untuk membuat kesepakatan dengan Ukraina secara damai.
"Kami benar-benar siap dan bersedia untuk mencapai kesepakatan dengan Ukraina melalui cara damai," kata Putin, sebagaimana dilansir TRT World.
Ia juga mengatakan bahwa Rusia harus memperkuat pertahanan udaranya, sehari setelah drone Ukraina menyerang terminal minyak dan pangkalan angkatan laut di Saint Petersburg, tempat forum ekonomi penting berlangsung.
"Rusia memiliki sistem pertahanan udara. Ya, kita harus memperbaikinya. Ya, kita harus memperkuatnya. Dan kita akan melakukannya," kata pemimpin Rusia itu.
Putin menambahkan bahwa Rusia sedang mempertimbangkan untuk memperluas penggunaan rudal hipersonik Oreshnik terhadap kota-kota di Ukraina, dengan mengatakan bahwa senjata itu belum digunakan dalam "arti kata yang sebenarnya".
Putin telah berulang kali mengatakan bahwa rudal tersebut, yang bergerak 10 kali lipat kecepatan suara, mampu membawa hulu ledak nuklir.
Ketika ditanya apakah serangan Rusia terhadap Ukraina telah menjadi "bencana strategis", Putin mengatakan bahwa Rusia justru "maju di sepanjang garis kontak".
Ia juga mengklaim bahwa Rusia telah menguasai sepenuhnya seluruh wilayah Luhansk di Ukraina, menguasai lebih dari 85 persen wilayah Donetsk, dan sekitar 80 persen wilayah Zaporizhzhia.