Diketahui, hingga saat ini Bareskrim Polri masih terus memburu dan menangkap anggota jaringan narkoba Fredy Pratama melalui operasi yang diberi sandi Escobar.
Puluhan tersangka yang terlibat dalam jaringan tersebut telah ditangkap. Selain itu, aparat juga menyita berbagai jenis narkotika sebagai barang bukti. Namun, Fredy Pratama sendiri hingga kini masih buron.
Buronan gembong narkoba internasional itu telah masuk dalam daftar red notice Interpol.
Berdasarkan catatan Interpol, Fredy Pratama lahir di Banjarmasin pada 25 Juni 1985. Dalam data tersebut, ia digambarkan berambut hitam panjang dan mengenakan kaus berwarna biru.
(Awaludin)