Pramono Minta Kawasan Kali Grogol Kemanggisan Dihijaukan Usai Proyek Penataan Rampung

Yuwantoro Winduajie, Jurnalis
Kamis 02 Juli 2026 13:32 WIB
Gubernur DKI Jakarta meminta Kali Grogol Segmen Kemanggisan dihijaukan.
Share :

JAKARTA - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta berencana membuat ruang terbuka hijau di kawasan Kali Grogol Segmen Kemanggisan, Jakarta Barat, setelah penataan dan normalisasi sungai tersebut tuntas. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, meminta Dinas Pertamanan dan Hutan Kota untuk menyiapkan konsep penghijauan di lokasi tersebut agar memberikan manfaat lebih bagi masyarakat.

“Nanti secara khusus saya juga akan minta Kepala Dinas Pertamanan dan Hutan Kota untuk membantu membuat tempat ini menjadi lebih hijaulah. Karena memang semua ruang yang seperti ini saya sudah memerintahkan untuk dihijaukan, termasuk hampir semua flyover, jalan-jalan layang, sekarang di bawahnya sudah ada tamannya, bahkan ada ring tinjunya, ada skateboard, dan sebagainya. Itu membuat Jakarta menjadi tidak terlalu keraslah,” ujar Pramono saat meninjau Kali Grogol Segmen Kemanggisan, Kamis (2/7/2026).

Rencana penghijauan itu menjadi bagian dari penataan kawasan Kali Grogol yang selama ini dilakukan Pemprov DKI Jakarta. Di lokasi tersebut, pemerintah membangun tanggul sepanjang 1.480 meter di sisi kanan dan kiri sungai untuk meningkatkan kapasitas aliran air sekaligus mengurangi risiko banjir dan longsor.

Pramono memastikan sisa pekerjaan sepanjang sekitar 600 meter hingga ujung segmen akan segera diselesaikan. Anggaran untuk melanjutkan pembangunan tersebut telah dialokasikan dalam APBD DKI Jakarta Tahun 2026.

“Untuk Sungai Grogol Segmen Kemanggisan ini, saya minta Dinas Sumber Daya Air untuk menyelesaikan sampai ujung yang kurang lebih 600 meter lagi, jalan yang seperti ini. Anggarannya sudah kita anggarkan di APBD kita. Jadi, pasti akan terselesaikan,” katanya.

Penataan Kali Grogol Segmen Kemanggisan juga mencakup pembangunan jalan inspeksi yang akan digunakan petugas untuk memantau kondisi sungai, mengangkut sedimen dan sampah, serta menangani penyumbatan maupun kerusakan infrastruktur.

 

Selain itu, dibangun saluran gendong yang sejajar dengan sungai untuk menampung dan mengalirkan limpasan air dari permukiman sekitar. Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta juga melakukan normalisasi dengan mempertahankan luas penampang sungai dan mengoptimalkan kapasitas tampungnya.

Pramono mengatakan kawasan Kemanggisan pernah mengalami banjir hingga mencapai atap rumah warga sekitar lima tahun lalu. Ia juga mengapresiasi kolaborasi berbagai pihak dalam menata kawasan yang sebelumnya dikenal sebagai kawasan kumuh dan memiliki berbagai persoalan lingkungan.

“Tempat ini dulu tempat kumuh. Bahkan, mohon maaf, banyak orang yang mengatakan ini merupakan salah satu dunia sedikit gelaplah begitu. Salah satu tempat yang dulu dianggap tidak terselesaikan, dengan kerja sama yang baik, alhamdulillah bisa kita tangani,” ucapnya.

(Rahman Asmardika)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya