TEHERAN – Jutaan warga Iran mulai memadati Teheran untuk memberikan penghormatan terakhir kepada Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. Kehadiran pelayat diperkirakan mencapai lebih dari 10 juta orang selama rangkaian prosesi pemakaman.
Sejak Sabtu (4/7/2026) dini hari, ribuan warga telah mengantre di sekitar Grand Mosalla, lokasi jenazah disemayamkan. Sebagian dari mereka bahkan rela menunggu berjam-jam dengan harapan dapat memasuki area penghormatan begitu pintu dibuka.
"Kami datang karena cinta kepada pemimpin kami. Penantian ini terasa manis sekaligus pahit," ujar Somayye, salah seorang pelayat, dilansir dari Aljazeera.
"Mereka harus melakukan segala upaya untuk mengantarkannya pergi," kata Fatemeh, seorang mahasiswa.
Senada, Mahdi, seorang pelajar, mengaku tidak keberatan mengantre selama 10 hingga 12 jam demi mengikuti prosesi tersebut.
"Menunggu selama itu bukan apa-apa. Rasanya seperti kami sedang mengikuti upacara berkabung anggota keluarga sendiri," ujarnya.
Untuk mendukung kelancaran prosesi pemakaman, Pemerintah Provinsi Teheran menutup seluruh aktivitas pemerintahan di wilayah tersebut mulai Sabtu hingga Selasa.
Gubernur Teheran, Mohammad Sadegh Motamediyan mengatakan, kebijakan itu diambil guna memfasilitasi pelaksanaan rangkaian pemakaman dan mengakomodasi jutaan pelayat yang diperkirakan datang dari berbagai wilayah.
Sebelumnya, Juru Bicara Pemerintah Iran Fatemeh Mohajerani juga mengumumkan Selasa sebagai hari libur di Teheran agar masyarakat dapat mengikuti prosesi penghormatan terakhir sekaligus mempermudah arus kepulangan para pelayat setelah rangkaian acara selesai.
(Awaludin)