Prabowo Cerita di Depan Modi, Mengaku Punya DNA India

Binti Mufarida, Jurnalis
Rabu 08 Juli 2026 07:36 WIB
Prabowo Subianto dan Perdana Menteri India Narendra Modi (foto: Biro Pers Kepresidenan)
Share :

JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto menceritakan pernah menjalani tes genetik yang hasilnya menunjukkan dirinya memiliki DNA India. Cerita tersebut disampaikan Prabowo di hadapan Perdana Menteri India Narendra Modi saat menghadiri acara Indian Community Reception yang digelar di Jakarta International Convention Center (JICC), Selasa 7 Juli 2026 malam.

Mulanya, Prabowo mengungkapkan bahwa dirinya menjalani tes sekuensing genom atau tes DNA sebelum melakukan kunjungan kenegaraan ke India pada awal 2025.

"Sebelum melakukan kunjungan kenegaraan ke India, saya menjalani tes sekuensing genom atau tes DNA. Setelah diperiksa, saya menemukan bahwa saya memiliki DNA India. Tidak, sungguh, ini benar," kata Prabowo.

"Karena itulah saya merasa setiap kali mendengar musik, terutama musik India, tubuh saya selalu ingin ikut bergerak," ujarnya.

 

Pada kesempatan itu, Prabowo juga melontarkan candaan bahwa sebagian menteri di kabinetnya kemungkinan memiliki DNA India karena sama-sama gemar menari dan menyanyikan lagu-lagu India.

"Mungkin sebagian besar dari mereka juga memiliki DNA India. Ini benar. Banyak menteri saya yang bisa menyanyikan lagu-lagu India dengan sangat baik," kata Prabowo yang kembali mengundang tawa, termasuk dari Modi.

Pada kesempatan yang sama, Prabowo juga mengenang kehormatan yang diterimanya saat menjadi tamu utama pada peringatan Hari Republik India pada 2025.

Menurutnya, momen tersebut memiliki makna historis karena Presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno, juga pernah menjadi tamu utama pada perayaan Hari Republik India yang pertama pada 1950.

"Saya sangat terhormat menjadi tamu utama karena perayaan Hari Republik pertama India adalah pada tahun 1950 dan tamu utama saat itu adalah Presiden pertama Indonesia, Presiden Soekarno. Jadi, takdir menjadikan saya Presiden kedelapan Republik Indonesia," kenangnya.

 

Dalam sambutannya, Prabowo kembali menegaskan kekagumannya secara pribadi kepada PM Narendra Modi.

"Sekali lagi, saya tidak ikut campur dalam politik domestik India, tetapi saya adalah pengagum pribadi Shri Narendra Modi," katanya.

Prabowo juga menegaskan bahwa demokrasi bukanlah sistem yang mudah dijalankan. Meski demikian, dia meyakini demokrasi tetap menjadi sistem terbaik untuk mewujudkan kehidupan bernegara yang adil dan inklusif.

"Demokrasi bukanlah jalan yang mudah, bukan sistem yang mudah. Itu tidak mudah. Terkadang itu sangat berantakan. Tapi saya pikir kita setuju bahwa itu adalah sistem terbaik untuk keadilan, untuk harapan, untuk inklusivitas," ucapnya.

Menurut Prabowo, demokrasi tidak terlepas dari berbagai tantangan, mulai dari ancaman hingga upaya sejumlah pihak yang ingin melemahkan sistem tersebut. Namun, dia menegaskan tantangan itu tidak mengurangi komitmen untuk terus menjaga dan mempertahankan demokrasi.

"Ada bahaya-bahaya dalam demokrasi. Ada jebakan. Ada rintangan. Ada orang yang ingin membajak demokrasi. Tapi kita tidak bisa menyerah. Kita harus percaya pada demokrasi dan kita harus berusaha untuk mempertahankan demokrasi. Ini adalah cara terbaik dari semua sistem yang telah kami coba, yang telah dicoba oleh peradaban manusia," tegasnya.

 

Lebih lanjut, Prabowo mengapresiasi keberhasilan India sebagai negara demokrasi dengan jumlah penduduk terbesar di dunia yang mampu menjaga stabilitas pemerintahan di tengah keberagaman. Menurutnya, keberhasilan India mewujudkan transisi pemerintahan yang berlangsung damai selama bertahun-tahun merupakan pencapaian yang dapat dipelajari Indonesia.

"Kami melihat India, sebuah negara berpenduduk 1,4 miliar orang, dengan begitu banyak kelompok etnis seperti kami dan banyak bahasa daerah yang berbeda. Namun India mampu mengelola transisi pemerintahan yang damai selama bertahun-tahun, baik di banyak negara bagian maupun di Uni India sendiri. Ini adalah pencapaian yang luar biasa," tuturnya.

"Dan Indonesia, saya sendiri juga mempelajari ini dan mengikuti pencapaian luar biasa dari India," sambungnya.

Prabowo pun mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk terus belajar dari pengalaman India dalam memperkuat demokrasi. Menurutnya, pembelajaran tersebut penting bagi Indonesia sebagai negara yang juga memiliki keberagaman yang tinggi.

"Yang penting adalah, masyarakat Indonesia harus belajar dari pengalaman India," pungkasnya.
 

(Awaludin)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya