Petugas harus mengurai gunungan sampah menggunakan alat berat agar titik api di bagian dalam lebih mudah dijangkau dan dipadamkan.
"Karena memang struktur sampah dengan gambut ini berbeda. Kalau gambut memang sulit juga, tapi lebih berat TPA, sampah TPA yang menggunung, bukan sekadar sampah, tetapi yang sudah menggunung puluhan tahun karena mengandung gas metana," ujarnya.
Hingga kini, pemadaman masih dilakukan melalui tiga metode, yakni penyiraman dari darat oleh petugas pemadam kebakaran, water bombing menggunakan helikopter BNPB, serta injeksi pada titik panas oleh Manggala Agni.
"(Pemadaman) dengan tiga metode. Yang pertama dari darat oleh pemadam kebakaran. Kemudian dari BNPB menggunakan helikopter water bombing. Jumlahnya secara bertahap meningkat, mulai dari satu, dua, hingga sekarang empat unit. Namun, yang beroperasi hari ini tiga unit karena satu unit digunakan untuk kegiatan lain," pungkasnya.
(Awaludin)