TEHERAN - Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menuduh Amerika Serikat melancarkan serangan yang menghantam infrastruktur strategis di Iran, termasuk jembatan pada jalur menuju Kota Mashhad.
IRGC menyebut aksi tersebut sebagai bagian dari upaya mengganggu prosesi pemakaman mantan Pemimpin Tertinggi Iran yang dijadwalkan berlangsung pada hari ini.
Dilansir dari Aljazeera, Kamis (9/7/2026). IRGC menyatakan, serangan yang mereka lakukan terhadap pangkalan Amerika Serikat di Bahrain dan Kuwait merupakan respons atas serangan Washington terhadap sejumlah wilayah pesisir selatan Iran serta dua jembatan di provinsi-provinsi timur yang menjadi akses menuju Kota Mashhad.
Dalam serangan di Kota Ahvaz, Provinsi Khuzestan, Iran, sedikitnya tiga orang dilaporkan tewas dan beberapa lainnya mengalami luka-luka.
Wakil Gubernur Khuzestan Bidang Keamanan dan Penegakan Hukum, Valiollah Hayati, mengatakan serangan itu menyasar sebuah lokasi di kawasan pinggiran Ahvaz.
"Rezim Israel-AS menargetkan sebuah lokasi di pinggiran Ahvaz pada dini hari," ujar Hayati.
Ia menambahkan, bahwa tim penyelamat dan tenaga medis telah dikerahkan untuk melakukan evakuasi korban serta penanganan darurat.
"Operasi penyelamatan dan medis saat ini sedang berlangsung," kata Hayati.
(Awaludin)