Ia menambahkan, personel Gegana memeriksa setiap sudut sekolah secara detail sebagai tindak lanjut atas ancaman bom yang diterima pihak sekolah.
Saat ditanya mengenai kemungkinan ditemukannya barang mencurigakan, Nurma menegaskan hingga saat ini belum ada indikasi ke arah tersebut.
"Untuk sementara ini belum ada. Namun demikian, Tim Gegana masih bekerja. Kita tunggu saja hasil selanjutnya. Mudah-mudahan tidak ada hal yang tidak diinginkan," ucapnya.
Sebelumnya, ancaman bom bermula dari pesan WhatsApp yang diterima seorang guru dan staf tata usaha (TU) SDN Srengseng Sawah 15. Dalam pesan tersebut, pelaku mengklaim telah menempatkan bom di 11 titik di lingkungan sekolah dan mengancam ledakan akan terjadi dalam hitungan menit.
(Awaludin)