TEHERAN - Tujuh personel tentara Iran tewas dan beberapa lainnya terluka dalam apa yang digambarkan militer sebagai serangan langsung Amerika Serikat (AS) pertama terhadap tentara Iran sejak konflik saat ini dimulai. Insiden ini terjadi setelah serangan rudal menghantam barak di Iran tenggara pada Rabu (15/7/2026) pagi.
Stasiun televisi pemerintah IRIB melaporkan bahwa militer AS menembakkan 13 rudal ke area perumahan dan fasilitas akomodasi di barak pasukan darat tentara Iran di kota Bampur, Provinsi Sistan dan Baluchestan.
Tentara Iran mengatakan tujuh anggota Brigade ke-388 tewas dalam serangan itu, sementara beberapa lainnya terluka dan sedang menerima perawatan medis.
Militer mengutuk serangan itu dan berjanji akan memberikan "tanggapan tegas" terhadap apa yang mereka sebut sebagai "agresi AS."
Serangan Israel sebelumnya yang dimulai pada 13 Juni dan serangan gabungan AS-Israel pada 28 Februari tidak secara langsung menargetkan fasilitas tentara Iran atau Korps Garda Revolusi Iran (IRGC).
Sementara itu, lebih dari 30 warga sipil tewas dalam serangan baru-baru ini di selatan Iran, kata juru bicara pemerintah Fatemeh Mohajerani pada Rabu.
"Dalam serangan baru-baru ini di bagian selatan negara itu, lebih dari 30 warga sipil kehilangan nyawa mereka," kata Mohajerani dalam sebuah unggahan di X, sebagaimana dilansir TRT.
Ia tidak menyebutkan lokasi serangan atau memberikan detail lebih lanjut tentang korban jiwa.