Wamenhaj Minta Penyelenggara Haji-Umrah Tak Hanya Kejar Untung

Arief Setyadi , Jurnalis
Kamis 16 Juli 2026 13:22 WIB
Wamenhaj Dahnil Anzar Simanjuntak (Foto: Riyan Rizki Roshali/Okezone)
Share :

JAKARTA – Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak, mengingatkan penyelenggara perjalanan ibadah haji dan umrah untuk tidak semata-mata berorientasi pada keuntungan. Penyelenggara mesti memperkuat pembinaan jamaah melalui manasik dan edukasi yang berkualitas. 

Dengan pemahaman yang memadai, jamaah diharapkan dapat menjalankan ibadah dengan benar, nyaman, khusyuk, dan sesuai tuntunan syariat. Dahnil pun memperkenalkan konsep "Travel Beyond Profit" sebagai landasan pengembangan industri haji dan umrah. 

Dalam kegiatan tersebut, Dahnil didampingi Direktur Jenderal Pelayanan Haji, Laksamana Muda TNI (Purn.) Ian Heriyawan, dan Direktur Pelayanan Haji Khusus, Tuti Rianingrum. Kehadiran jajaran Kementerian Haji dan Umrah disebut sebagai bentuk dukungan pemerintah dalam memperkuat tata kelola penyelenggaraan haji dan umrah yang profesional, akuntabel, dan berorientasi pada pelayanan jamaah.

Dahnil turut mendorong pelaku usaha memperluas peluang bisnis melalui diversifikasi. Menurutnya, hubungan Indonesia dan Arab Saudi tidak seharusnya hanya berfokus pada pengiriman jamaah ke Tanah Suci, tetapi juga dapat dikembangkan melalui konsep two-way tourism dengan menghadirkan wisatawan Arab Saudi ke berbagai destinasi unggulan di Indonesia.

Sementara Ketua Umum Asphirasi, Amaludin Wahab, menyambut baik arahan Wamenhaj. Menurutnya, kehadiran pemerintah menjadi dorongan bagi asosiasi untuk terus memperkuat sinergi dalam membangun penyelenggaraan haji dan umrah yang semakin profesional.

“Kami merasa terhormat dan bangga karena Mukernas III Asphirasi dihadiri langsung oleh Bapak Wakil Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia. Kehadiran beliau menjadi semangat baru bagi kami untuk terus memperkuat sinergi antara pemerintah dan asosiasi dalam membangun tata kelola penyelenggaraan haji dan umrah yang semakin profesional serta berorientasi pada kepentingan jamaah,” ujarnya.

Amaludin menambahkan, konsep "Travel Beyond Profit" menjadi pengingat bahwa keberhasilan penyelenggara tidak hanya diukur dari pertumbuhan usaha, tetapi juga kualitas pelayanan, integritas, pembinaan jamaah, dan kontribusi bagi masyarakat. “ASPHIRASI siap menjadi mitra strategis pemerintah dalam mendukung kebijakan Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia. Kami berkomitmen terus meningkatkan kompetensi anggota, memperkuat tata kelola perusahaan, menjaga kepercayaan jamaah, serta menghadirkan pelayanan yang semakin berkualitas sesuai harapan pemerintah dan masyarakat,” tuturnya.

Senada disampaikan Sekretaris Jenderal Asphirasi, Retno Anugerah Andriyani, bahwa hasil Mukernas III akan menjadi pijakan organisasi dalam meningkatkan kapasitas anggota, memperkuat tata kelola, serta mempererat kolaborasi dengan pemerintah. 

“Arahan Bapak Wakil Menteri memberikan energi baru bagi Asphirasi. Kami akan menerjemahkan semangat Travel Beyond Profit ke dalam program-program nyata yang memperkuat profesionalisme anggota, meningkatkan kualitas pembinaan jamaah, dan membangun industri haji dan umrah Indonesia yang semakin dipercaya masyarakat,” pungkasnya.

(Arief Setyadi )

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya