“’Karena itu, kami mendukung berbagai program beasiswa, termasuk Beasiswa Peradaban dan program beasiswa bagi masyarakat Gaza melalui kerja sama dengan berbagai kementerian," katanya.
Menurut Farid, Universitas KH Abdul Chalim Mojokerto dipilih sebagai kampus tujuan karena memiliki kapasitas akademik yang memadai sekaligus lingkungan yang kuat dalam pengembangan tradisi Islam Ahlussunnah wal Jamaah ala Nahdlatul Ulama.
Direktur NU Scholarship Muhammad Syauqillah menjelaskan, bahwa NU Scholarship yang berdiri pada 2024 terus mengembangkan berbagai skema beasiswa, mulai dari Beasiswa Aktivis NU, program persiapan studi luar negeri jenjang magister dan doktor, Beasiswa Maroko, Beasiswa Peradaban, hingga program persiapan sarjana unggulan dan pelatihan kerja luar negeri.
"Beasiswa Peradaban merupakan salah satu program strategis NU Scholarship. Kami ingin memperluas akses pendidikan, tidak hanya bagi kader NU, tetapi juga masyarakat yang lebih luas, termasuk mahasiswa internasional yang ingin mengenal Indonesia dan tradisi Islam moderat yang berkembang di sini," pungkasnya.
(Fahmi Firdaus )