JAKARTA - Memasuki puncak musim kemarau, masyarakat di sejumlah wilayah Pulau Jawa kembali merasakan udara malam hingga dini hari yang jauh lebih dingin dari biasanya. Fenomena ini dikenal sebagai bediding, yakni kondisi penurunan suhu udara yang umum terjadi saat musim kemarau.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengatakan masyarakat di Pulau Jawa telah lama mengenal fenomena tersebut. Menurut BMKG, penyebab utama bediding adalah angin muson timur atau musim Australia yang membawa massa udara kering ke Indonesia.
“Dalang utamanya adalah musim Australia. Angin musim yang kering ini menyapu uap air dan mengurangi pembentukan awan di langit kita,” ungkap BMKG melalui akun media sosial Instagram resminya, Sabtu (18/7/2026).
Berdasarkan data BMKG selama 10 tahun terakhir, penurunan suhu mulai terasa pada Juli dan mencapai puncaknya pada periode Juli hingga Agustus.