Untuk periode 18–23 Juli 2026, BMKG memprakirakan sebagian besar wilayah Indonesia masih didominasi cuaca cerah berawan hingga hujan ringan. Namun, hujan dengan intensitas sedang berpotensi terjadi di sejumlah wilayah, di antaranya Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Riau, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, serta beberapa wilayah Papua.
Selain itu, BMKG juga mengeluarkan peringatan dini terkait potensi angin kencang di sejumlah daerah, termasuk Jawa Barat, Jawa Timur, Gorontalo, Kalimantan Selatan, Maluku, Maluku Utara, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi, Papua Barat, dan Banten pada periode 20–23 Juli.
BMKG mengimbau masyarakat tetap mewaspadai dampak musim kemarau, seperti suhu udara yang lebih panas, kekeringan, serta meningkatnya potensi kebakaran hutan dan lahan.
"Meskipun musim kemarau semakin dominan, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang masih berpotensi terjadi secara lokal," imbaunya.
Karena itu, masyarakat diminta tetap berhati-hati terhadap potensi pohon tumbang, baliho roboh, genangan, hingga sambaran petir saat terjadi cuaca buruk. BMKG juga mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan maupun sampah secara sembarangan untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan selama musim kemarau.
"Masyarakat diharapkan terus memantau informasi prakiraan cuaca dan peringatan dini resmi BMKG serta melakukan langkah antisipatif guna mengurangi risiko cuaca ekstrem, kekeringan, dan kebakaran hutan maupun lahan," imbau BMKG.
(Awaludin)