Ancaman bagi Pasokan Minyak Dunia
Di tengah terganggunya jalur pelayaran di Selat Hormuz akibat konflik Amerika Serikat, Israel, dan Iran, Arab Saudi sebelumnya berupaya mengalihkan distribusi minyak melalui Laut Merah dan Selat Bab al-Mandeb.
Namun, jalur alternatif tersebut kini juga menghadapi ancaman setelah Houthi meningkatkan serangan terhadap kapal-kapal yang melintas.
Bab al-Mandeb merupakan salah satu jalur pelayaran paling strategis di dunia karena menghubungkan Laut Merah dengan Teluk Aden dan menjadi pintu masuk menuju Terusan Suez.
Selat yang berada di antara Yaman, Djibouti, dan Eritrea itu hanya memiliki lebar sekitar 29 kilometer pada titik tersempitnya, sehingga menjadi jalur vital bagi perdagangan global.
Pada 2024, sekitar 4,1 miliar barel minyak mentah dan produk minyak olahan, atau sekitar 5 persen dari total perdagangan minyak dunia, melintasi selat tersebut.
Apabila Selat Hormuz tetap terganggu dan Bab al-Mandeb ikut lumpuh, distribusi hingga sekitar 25 persen pasokan minyak dan gas dunia berpotensi terdampak, memicu kekhawatiran baru terhadap stabilitas rantai pasok energi global.
(Awaludin)