Akibat bentrokan itu, dua orang berinisial K dan DS dievakuasi ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM). Polisi kemudian memperoleh informasi bahwa K yang berusia 23 tahun meninggal dunia, sementara DS masih menjalani penanganan medis.
Selain mengusut kasus penganiayaan yang menewaskan korban, polisi juga mendalami dugaan perusakan gerobak milik pedagang UMKM serta penganiayaan terhadap warga yang terjadi sebelum bentrokan pecah. Polisi masih mendalami seluruh rangkaian peristiwa, termasuk kemungkinan adanya pengaruh minuman keras terhadap pihak yang terlibat.
"Nanti kami akan berkoordinasi dengan pihak RSCM di mana apakah memang ada kaitan dengan minuman keras sehingga berdampak si orang ini melakukan geber-geber motornya," jelasnya.
Hingga Minggu malam, aparat gabungan dari Polres Metro Jakarta Pusat, Polsek Menteng, Polda Metro Jaya, Kodim 0501 Jakarta Pusat, dan Kodam Jaya masih melakukan pengamanan di kawasan Jalan Tambak guna menjaga situasi tetap kondusif.
Secara keseluruhan, sekitar 15 orang telah diamankan dan diperiksa. Namun, polisi memisahkan pemeriksaan berdasarkan klaster peristiwa untuk menentukan posisi masing-masing sebagai korban, saksi, maupun pihak yang diduga sebagai pelaku.
(Rahman Asmardika)