Ada tiga ekor singa—dua jantan dan satu betina—yang "masih sakit dan tidak mampu berdiri", demikian pernyataan pihak kebun binatang pada Senin (3/8/2026) seraya menambahkan bahwa staf mereka sedang memberikan cairan, obat-obatan, dan vitamin kepada hewan-hewan tersebut.
"Beberapa singa menunjukkan tanda-tanda membaik," ujar Kosaka kepada BBC.
Empat ekor singa telah menunjukkan tanda-tanda pemulihan, kata pihak kebun binatang, sementara enam ekor lainnya dalam kondisi sehat sejak awal. Mereka akan ditempatkan di kandang khusus yang dilengkapi dengan pendingin ruangan (AC) portabel dan kipas angin industri.
Hideaki Karaki, seorang profesor kedokteran hewan di Universitas Tokyo, mengatakan kepada media setempat bahwa kelembapan udara yang tinggi menyulitkan singa untuk mengatur suhu tubuh mereka.
Ia menjelaskan bahwa alih-alih berkeringat, singa menarik napas dalam-dalam untuk mengeluarkan kelembapan dari saluran pernapasan mereka. Saat kelembapan tersebut menguap, suhu tubuh pun turun.
Namun, suhu tubuh singa tidak dapat turun secara memadai dalam kondisi kelembapan tinggi, ujarnya.
Faktor lain yang mungkin berpengaruh adalah lonjakan suhu yang tiba-tiba pada pertengahan Juli, sehingga hewan-hewan tersebut tidak memiliki cukup waktu untuk beradaptasi dengan suhu panas, tambah Karaki.
Kebun Binatang Tama menampung sekitar 260 spesies hewan. Singa-singa di sana telah lama menjadi daya tarik utama, karena telah dikembangbiakkan dan dipamerkan sejak tahun 1964. Menurut situs web kebun binatang tersebut, tersedia layanan bus bergaya safari bagi pengunjung untuk melihat singa-singa itu di dalam kandang mereka.