Formas Berencana Kerja Sama Bareng Kemhan Perkuat Program Kesehatan Berbasis Herbal

Felldy Utama, Jurnalis
Jum'at 07 Agustus 2026 21:44 WIB
Ketua Umum Formas Handojo Budhisejati. (Foto: Felldy/IMG)
Share :

JAKARTA – Ketua Umum Forum Masyarakat Indonesia Emas (Formas) Handojo Budhisedjati mengungkap rencana strategis organisasi dalam memasuki program tahun ketiga yang difokuskan pada penguatan pilar kesehatan dan pendidikan yang sejalan dengan visi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.

Formas secara khusus tengah menyusun kolaborasi dengan Kementerian Pertahanan (Kemhan) untuk membangun fondasi kesehatan masyarakat yang tangguh menuju Indonesia Emas 2045.

"Mudah-mudahan mendapat dukungan dari Pak Hashim dan juga Pak Sjafrie Sjamsoeddin (Menhan) untuk mematangkan gagasan bahwa dunia kesehatan harus lebih berkomitmen pada bidang preventif dan promotif dalam melaksanakan program kesehatan bagi anak-anak dan generasi muda," kata Handojo di auditorium Podomoro University, Jakarta, Jumat (7/8/2026).

Program ini dirancang sebagai mitra pendamping bagi program unggulan Presiden, yaitu Makan Bergizi Gratis (MBG). Jika MBG fokus pada pengentasan gizi buruk dan stunting, kolaborasi Formas-Kemhan akan fokus pada pemanfaatan kekayaan alam nusantara seperti rempah-rempah dan herbal untuk meningkatkan daya tahan tubuh anak-anak.

"Program yang sedang disusun dan mohon dukungan adalah dengan memasyarakatkan penggunaan bahan-bahan alami Indonesia yang telah ada sejak zaman dulu, yaitu penggunaan rempah dan herbal," ujarnya.

Formas, kata dia, menyadari jika biaya berobat sudah sedemikian mahal. Ditambah lagi, perlindungan sosial masyarakat terhadap akses kesehatan lewat BPJS mulai menghadapi kendala atau faktor-faktor yang memudahkan negara dapat melayani masyarakat.

"Maka dengan promotif dan preventif dari program Kemhan diharapkan masyarakat sudah dapat terhindar dari berbagai macam penyakit yang ujung-ujungnya mengeluarkan biaya obat yang mahal," tuturnya.

 

Selain sektor kesehatan, Formas juga menyiapkan program di bidang pendidikan untuk menjawab kekhawatiran Presiden terkait rendahnya skor PISA (Program for International Student Assessment) Indonesia.

Formas akan mensosialisasi penggunaan aplikasi KIPIN, sebuah platform berbasis kurikulum pendidikan dari tingkat PAUD hingga SLTA. Keunggulan utama aplikasi ini adalah kemampuannya untuk diakses di daerah 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal) atau wilayah yang tidak memiliki jangkauan internet.

"Program KIPIN yang berbasis kurikulum dari tingkat PAUD sampai SLTA untuk memberikan jalan keluar bagi Bapak Presiden yang khawatir karena rendahnya PISA untuk Indonesia," jelas Handojo.

Handojo juga menegaskan bahwa keanggotaan di Formas bersifat sukarela. Formas tidak dibangun atas dasar kepentingan materi, proyek, jabatan, ataupun keuntungan tertentu.

"Kami tidak menjanjikan manfaat dalam bentuk tersebut kepada setiap organisasi yang bergabung," tegasnya.

Yang dibangun Formas, kata dia, adalah ruang untuk saling mengenal, memperluas jejaring, mempererat persaudaraan lintas organisasi, bertukar gagasan, berkolaborasi dalam berbagai program, serta bersama-sama memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, bangsa, dan negara.

 

"Oleh karenanya, apabila ada organisasi yang bergabung dengan harapan memperoleh manfaat yang bersifat pribadi, komersial, ataupun kepentingan tertentu, tentu hal tersebut bukanlah tujuan utama dari Formas. Namun, jika organisasi yang bergabung hadir dengan semangat pengabdian, kolaborasi, serta keinginan untuk bersama-sama mengawal pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045, maka Formas menyambut dengan tangan terbuka."

"Saya percaya apabila seluruh organisasi yang berada di bawah naungan Formas memiliki semangat yang sama, maka kekuatan kolaborasi yang kita bangun akan menjadi modal besar dalam mendukung kemajuan bangsa serta mewujudkan cita-cita Indonesia Emas 2045," pungkasnya.

Pengukuhan ini turut dihadiri secara langsung Ketua Dewan Pembina Formas, Hashim Djojohadikusumo. Selain itu, hadir pula Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Fauzan, dan Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Afriansyah Noor.

(Rahman Asmardika)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya