Ia menegaskan, NU harus tetap menjadi kekuatan masyarakat sipil yang independen, mampu memberikan dukungan terhadap kebijakan yang berpihak kepada rakyat, sekaligus menyampaikan kritik secara konstruktif apabila terdapat kebijakan yang dinilai belum sejalan dengan kepentingan umat.
Gus Rozin juga menilai, NU harus terus menjaga perannya sebagai poros tengah yang mampu merawat persatuan bangsa, mengedepankan kemaslahatan umat, serta menjadi perekat di tengah dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara.
Dalam sesi dialog, mayoritas peserta dari PWNU dan PCNU se-Banten menyatakan dukungan terhadap gagasan yang disampaikan Gus Rozin. Dukungan tersebut dinilai menjadi bagian dari konsolidasi internal warga Nahdliyin menjelang Muktamar NU, yang akan menentukan arah kepemimpinan dan agenda strategis organisasi ke depan.
Silaturahim ini sekaligus mempertegas komitmen PWNU Banten dan PCNU se-Banten untuk terus memperkuat ukhuwah nahdliyah, memajukan pesantren, serta menjaga peran Nahdlatul Ulama sebagai organisasi keagamaan yang berkhidmat bagi umat, bangsa, dan negara.
(Awaludin)