Pemantauan tersebut diperkirakan berlangsung hingga dua sampai tiga pekan ke depan. Setelah kondisi dinilai lebih stabil, proses perbaikan maupun pembangunan kembali bangunan yang terdampak dapat dilakukan.
"Sehingga kita mulai dapat melakukan retrofitting atau perbaikan bangunan atau pembangunan kembali jika dibutuhkan. Saya kira demikian ya," ujarnya.
Faisal memastikan jajaran BMKG di NTT telah bergerak ke sejumlah lokasi terdampak. Tiga Unit Pelaksana Teknis (UPT) BMKG di Pulau Flores juga telah berada di lapangan.
"Jadi ketika gempa terjadi memang staf BMKG sudah ada di lokasi, kita tersebar di 191 lokasi di Indonesia sehingga kita langsung bersama pemerintah daerah mengambil tindakan-tindakan penyelamatan, mendampingi BPBD, mendampingi tim SAR dan sebagainya," pungkasnya.
(Awaludin)