Sejumlah lahan warga diketahui ditanami bawang merah dan terancam terdampak apabila kobaran api terus meluas.
Kepala UPTD KPH Mata Allo Enrekang, Dirgantara mengatakan petugas terus melakukan upaya penanganan terhadap kebakaran di kawasan hutan lindung.
Tak hanya petugas kehutanan, personel TNI dari Kodim 1419 Enrekang juga turut membantu proses pemadaman. Namun, kobaran api yang muncul di sejumlah titik membuat proses pemadaman terkendala, ditambah keterbatasan peralatan.
"Data KPH Mata Allo, sejak 17 Agustus 2026 pihak kehutanan telah menangani sedikitnya tujuh titik kebakaran di dalam kawasan hutan lindung. Total luas kawasan yang terdampak kebakaran diperkirakan mencapai sekitar 124 hektare," kata Dirgantara, Jumat (28/8/2026).
(Awaludin)