“Dengan agenda yaitu pengesahan tata tertib pemilihan Rais Aam dan Ketua Umum, agenda kedua tabulasi Ahlul Halli wal Aqdi,” katanya.
Pada Bab 4 Pemilihan Ketum, Nuh menjelaskan mekanisme pemilihan Ketum dilakukan secara langsung oleh peserta Muktamar melalui musyawarah mufakat dengan cara dipilih melalui AHWA. “Ini konsekuensi tadi malam,” jelasnya.
Pada Ayat (3), Nuh menegaskan calon Ketum yang dimaksud dalam ayat kedua akan dijaring melalui pemungutan suara oleh peserta Muktamar dengan memilih lima calon yang memenuhi syarat.
“Hasil pemilihan sebagaimana yang dimaksud Ayat (3) diambil lima besar untuk menjadi Calon Ketua Umum dan diserahkan Ahlul Halli wal Aqdi,” jelasnya dalam Ayat (4).
(Arief Setyadi )