Penampakan Erupsi Gunung Anak Krakatau hingga Cerita Kepanikan Warga

Fariz Abdullah, Jurnalis
Sabtu 05 September 2026 14:07 WIB
Penampakan Erupsi Gunung Anak Krakatau (foto: dok ist)
Share :

PANDEGLANG - Erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) memicu getaran yang dirasakan sejumlah warga di Kecamatan Labuan dan Carita, Kabupaten Pandeglang, Banten, Sabtu (5/9/2026) pagi.

Getaran tersebut dirasakan sekitar pukul 05.30 WIB. Meski tergolong ringan, sejumlah warga sempat keluar rumah karena khawatir terjadi bencana susulan.

Salah seorang warga Labuan, Mudopar, mengatakan getaran terasa seperti goyangan ringan. Namun, menurut dia, sensasinya berbeda dengan getaran gempa bumi.

"Sekitar jam setengah enam pagi ada sedikit goyangan seperti getaran gempa, tetapi tidak terasa seperti gempa," kata Mudopar saat dihubungi, Sabtu (5/9/2026).

"Jadi waktu pagi sekitar jam 05.30, getaran sudah mulai terasa di wilayah Labuan, Carita dan sekitarnya. Mulanya dari gorden atau kabel-kabel yang menjuntai," ujarnya.

 

Kondisi tersebut membuat sebagian warga khawatir aktivitas Gunung Anak Krakatau berkembang menjadi bencana yang lebih besar, termasuk tsunami.

Meski demikian, Mudopar mengatakan dirinya bersama keluarga memilih tetap berada di rumah sembari meningkatkan kewaspadaan dan memantau perkembangan informasi.

"Sebagian ada yang khawatir. Kalau saya bersama keluarga masih bertahan, hanya tetap dalam kondisi waspada," tuturnya.

Kekhawatiran serupa juga dirasakan warga di wilayah lain di Kabupaten Pandeglang. Perangkat Desa Idaman, Kecamatan Patia, Endang Suhendar, mengatakan suara dentuman dari arah Gunung Anak Krakatau terdengar berulang kali pada Sabtu pagi.

Suara tersebut cukup keras sehingga membuat warga terkejut. Mereka kemudian memilih terus memantau informasi terkait aktivitas gunung api tersebut.

"Pagi ini kita juga belum bisa tidur nyenyak. Memantau terus update informasinya karena khawatir meletus dan menyebabkan tsunami," kata Endang.

 

Berdasarkan laporan pengamatan Gunung Anak Krakatau periode Sabtu (5/9/2026) pukul 00.00-06.00 WIB, Badan Geologi melalui Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menyatakan status Gunung Anak Krakatau masih berada pada Level III atau Siaga.

Dalam laporan tersebut disebutkan erupsi menerus terjadi sejak Jumat (4/9/2026) sekitar pukul 23.07 WIB hingga periode pengamatan berakhir.

Aktivitas erupsi terekam melalui seismograf. Namun, tinggi kolom abu akibat erupsi tidak teramati selama periode pengamatan tersebut. Petugas juga mengamati adanya lontaran lava akibat aktivitas Gunung Anak Krakatau pada malam hari.

Selain itu, suara dentuman dan gemuruh akibat aktivitas gunung api dilaporkan terdengar hingga wilayah selatan Kabupaten Pandeglang.

Masyarakat di sekitar Gunung Anak Krakatau diimbau tetap mengikuti informasi resmi dari PVMBG dan meningkatkan kewaspadaan terhadap perkembangan aktivitas vulkanik.
 

(Awaludin)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya