Korban Tewas Banjir Bandang Nepal-China Tembus 1.385 Jiwa, Ribuan Masih Hilang

Rahman Asmardika, Jurnalis
Senin 07 September 2026 08:11 WIB
Ilustrasi.
Share :

KATHMANDU - Jumlah korban tewas akibat banjir bandang dahsyat di Nepal telah mencapai setidaknya 1.342 orang, dengan ribuan lainnya masih dinyatakan hilang, menurut laporan pejabat dan media setempat.

Total korban tewas akibat banjir bandang dan tanah longsor di sepanjang perbatasan Nepal-China meningkat menjadi setidaknya 1.385 orang, sementara 5.519 orang masih hilang 11 hari setelah bencana terjadi, berdasarkan data resmi dari kedua negara pada Minggu (6/9/2026).

Otoritas Nasional Pengurangan Risiko dan Manajemen Bencana Nepal menyatakan bahwa sekitar 5.000 orang, termasuk 589 warga negara asing, masih dinyatakan hilang. Sejauh ini, lebih dari 13.000 orang telah diselamatkan dari wilayah-wilayah yang terdampak banjir.

Otoritas China menyatakan bahwa setidaknya 43 orang dipastikan tewas, sementara 519 orang lainnya masih hilang di Tibet. Dari jumlah orang yang hilang tersebut, 850 di antaranya adalah warga negara asing, menurut data resmi dari Nepal dan China.

Wilayah yang Paling Terdampak

Menurut perkiraan Dana Kependudukan PBB (UNFPA), terdapat sekitar 4.430 perempuan hamil yang tinggal di berbagai wilayah di 15 daerah administratif yang mencakup distrik Rasuwa, Nuwakot, dan Dhading—wilayah yang paling parah terdampak banjir dahsyat pekan lalu.

Berdasarkan perkiraan tersebut, diperkirakan akan terjadi sekitar 500 kelahiran pada bulan mendatang, dengan sekitar 74 perempuan di antaranya berpotensi membutuhkan penanganan medis obstetri darurat.

Di Rumah Sakit Trishuli, bangsal bersalin telah diubah menjadi pos darurat untuk penanganan medis krisis. Basanti Pancha, kepala departemen tersebut, mengatakan bahwa rumah sakit telah menangani sembilan persalinan sejak banjir terjadi, tetapi mereka kewalahan menangani berbagai kebutuhan lainnya.

 

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya