Namun dia mengingatkan proses penelusuran silsilah tidak boleh dilakukan secara tergesa-gesa. "Setiap informasi harus dibahas dan diverifikasi bersama tokoh marga, kepala keluarga serta lembaga adat,’’pungkasnya.
Ketua Dewan Adat Wanam, Yohanis Agabe Mahuze, menambahkan, masyarakat harus tetap berpegang teguh pada nilai-nilai adat Malind Maklew.
Menurutnya, adat merupakan kekayaan bersama masyarakat Wanam. Karena itu, adat harus dijaga, dihormati, dijalankan dan diteruskan kepada generasi berikutnya.
"Adat merupakan kekayaan bersama yang tidak cukup hanya diketahui, tetapi harus dijaga, dihormati, dijalankan dan diteruskan kepada generasi berikutnya," tegas Yohanis.
Dikatakan Yohanis, pemahaman terhadap sejarah, asal-usul marga dan hubungan kekerabatan sangat penting untuk menjaga identitas sekaligus memperkuat persaudaraan masyarakat adat Wanam.
Dia juga meminta proses penyusunan silsilah dilakukan berdasarkan masing-masing marga. Hal itu karena setiap marga memiliki garis keturunan, sejarah dan pengetahuan internal yang berbeda.
"Penelusuran sejarah dan silsilah harus dilakukan dengan baik melalui pengetahuan masing-masing marga dan mekanisme musyawarah adat. Jangan sampai proses pendataan justru menimbulkan persoalan baru," katanya.
"Yang paling penting, sejarah dan adat tetap hidup di tengah masyarakat. Generasi muda harus tahu asal-usulnya dan memahami nilai-nilai yang diwariskan leluhur," tandasnya.
(Fahmi Firdaus )