JAKARTA — Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) mengerahkan helikopter HR-3604 untuk melakukan pemantauan udara dalam operasi pencarian lima jurnalis dan tiga kru kapal yang hilang kontak di perairan Selat Sunda.
"Pengerahan helikopter ini menjadi bagian dari upaya penguatan pencarian melalui dukungan udara, khususnya dalam pemantauan wilayah operasi SAR di sekitar perairan Selat Sunda dan Gunung Anak Krakatau," kata Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten, Al Amrad, Kamis (10/9/2026).
Amrad menjelaskan, helikopter tersebut diberangkatkan dari Pangkalan Udara (Lanud) Atang Sendjaja (ATS) menuju Jakarta, sebelum akhirnya dilanjutkan ke Pantai Carita.
"Rute penerbangan meliputi JIExpo Kemayoran – Pantai Carita – BPBD Banten – Helipad/JIExpo Kemayoran," imbuhnya.
Helikopter itu mengangkut tujuh orang crew on board, yakni Letkol Pnb Endrik Setyo Utomo, Kapten Pnb Dimas Aribowo, Serka Deatry Mulianto, Sertu Moch. Farhan, Serda Eki P. Ginting, Pratu Ronni Bagus H., dan Prada Brillian Muammar.
"Kantor Pencarian dan Pertolongan bersama seluruh unsur SAR gabungan terus mengoptimalkan berbagai sarana dan metode pencarian guna menemukan delapan orang yang masih dalam pencarian," tutupnya.
Sebagai informasi, peristiwa hilang kontak speedboat bermula saat kapal tersebut bertolak dari Dermaga Pagedongan, Carita, menuju Gunung Anak Krakatau pada Senin (7/9/2026) sekitar pukul 14.00 WIB dengan estimasi perjalanan sekitar dua jam. Pada pukul 14.42 WIB, kapal dilaporkan hilang kontak di antara perairan Carita dan Gunung Anak Krakatau.
Komunikasi terakhir tercatat pada pukul 18.13 WIB dengan posisi di sekitar kawasan Gunung Anak Krakatau, sebelum akhirnya kapal tidak dapat dihubungi sama sekali.
Kapal tersebut diketahui mengangkut lima jurnalis serta tiga orang kru yang terdiri atas kapten kapal, anak buah kapal (ABK), dan pemandu. Berikut adalah identitas delapan korban yang belum ditemukan:
(Rahman Asmardika)