Korban Tewas Kebakaran Kapal Feri Filipina Bertambah Jadi 35 Orang, 50 Lainnya Hilang

Rahman Asmardika, Jurnalis
Sabtu 12 September 2026 15:08 WIB
Bangkai kapal MV June Aster yang habis terbakar. (Foto: Penjaga Pantai Filipina)
Share :

MANILA - Penjaga Pantai Filipina menyatakan telah mengevakuasi 30 jenazah dari bangkai kapal feri yang terbakar pekan ini, menjadikan total korban tewas menjadi 35 orang. Sementara itu, puluhan orang dalam insiden ini masih belum dapat ditemukan.

Lebih dari 130 orang berada di atas kapal MV June Aster saat kebakaran terjadi pada Rabu (9/9/2026) ketika kapal itu mendekati tujuan akhirnya di kawasan wisata populer Coron setelah bertolak dari Manila.

Sebanyak 43 orang berhasil diselamatkan—banyak di antaranya menjalani perawatan di rumah sakit—sementara upaya pencarian terus dilakukan terhadap lebih dari 50 orang yang belum ditemukan.

Pihak penjaga pantai menyatakan masih ada jenazah yang tertinggal di dalam kapal; mereka baru bisa memasuki kapal pada Jumat (11/9/2026) karena terkendala asap beracun dan suhu panas yang masih tersisa.

Dalam konferensi pers, juru bicara penjaga pantai, Komodor Noemie Cayabyab, mengatakan bahwa sebagian besar jenazah ditemukan di area tempat tidur kapal yang sedang menempuh perjalanan selama 22 jam tersebut.

"Berbagai instansi saat ini sedang melakukan proses evakuasi dan identifikasi jenazah sesuai dengan prosedur yang berlaku," ujar Cayabyab, sebagaimana dilansir BBC.

"Kami turut merasakan duka mendalam yang dialami keluarga para korban dalam insiden tragis ini."

Sebelumnya, pihak penjaga pantai menyebutkan bahwa berdasarkan wawancara awal dengan para penyintas, kebakaran diduga bermula dari ruang kargo. Mereka juga mencatat bahwa sebagian penumpang tidak mengenakan jaket pelampung.

 

Seorang penyintas yang dievakuasi ke kapal penyelamat mengatakan kepada BBC bahwa ia mendengar teriakan panik di atas kapal saat kebakaran terjadi, dan sempat terinjak-injak oleh orang-orang yang panik saat berusaha melarikan diri.

Otoritas maritim Filipina sedang menyelidiki situasi di balik insiden tersebut.

Kapal feri yang dibuat pada tahun 2002 itu memiliki sertifikat keselamatan yang sah dan telah lolos inspeksi kepatuhan pada bulan Maret, namun para penyelidik tengah memeriksa kemungkinan adanya ketidaksesuaian data manifes, integritas pemuatan kargo, serta protokol tanggap darurat awak kapal, demikian dilaporkan Palawan Daily.

Kapal tersebut mengangkut 117 penumpang dan 17 awak kapal.

Atienza Interisland Ferries, operator kapal tersebut, telah berkomitmen untuk bekerja sama sepenuhnya dalam penyelidikan ini.

"Doa dan simpati kami senantiasa menyertai keluarga yang terdampak, dan kami tidak akan berhenti berupaya hingga nasib seluruh individu diketahui dengan pasti," ujar perusahaan tersebut dalam sebuah pernyataan pada Kamis, 10 September 2026.

(Rahman Asmardika)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya