JAKARTA – Gempa berkekuatan magnitudo 5,9 terjadi di Pantai Timur Kepulauan Seribu, DKI Jakarta, pada Sabtu (12/9/2026) dini hari. Guncangan gempa ini dirasakan hingga ke wilayah luar Jakarta, bahkan sampai ke Yogyakarta.
Berdasarkan estimasi peta tingkat guncangan dan laporan masyarakat yang diumumkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa bumi ini dirasakan dengan skala intensitas IV MMI di Pandeglang, Lebak, Serang, Sukabumi, Cianjur, dan Tanggamus.
Kemudian skala intensitas III MMI di Tangerang, Tanjung Priok, Kecamatan Nagrak, Kecamatan Kalapanunggal, dan Cilacap, serta II-III MMI di Rancaekek, Lembang, Garut, Kota Bandung, Yogyakarta, Pacitan, Ponorogo, Kab. Malang, Kota Bengkulu, Sumur, Padang, Mentawai, Pariaman, dan Solok Selatan.
Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG Wijayanto mengungkapkan, hasil analisis menunjukkan gempa ini memiliki parameter pemutakhiran dengan magnitudo M5,9 pada kedalaman 368 km. Adapun episenter gempa terletak pada koordinat 5,24° LS ; 106,78° BT, atau tepatnya berlokasi di laut 69 km Timur Laut Kepulauan Seribu, DKI.
"Hasil pemodelan tsunami menunjukkan bahwa gempa bumi ini TIDAK BERPOTENSI TSUNAMI," ujar Wijayanto dalam keterangannya, Sabtu (12/9/2026).
Ia berkata, gempa ini terjadi merupakan jenis gempa bumi dalam akibat aktivitas intraslab. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan geser turun.
Pemantauan BMKG menyebutkan bahwa sejauh ini belum ada tanda aktivitas gempa bumi susulan.
(Rahman Asmardika)