Thailand Dituduh Gunakan Senjata Kimia Serang Desa-Desa Kamboja

Rahman Asmardika, Jurnalis
Selasa 15 September 2026 00:05 WIB
Asap membubung setelah serangan udara Thailand di wilayah perbatasan yang disengketakan di Kamboja, Preah Netr Preah, Banteay Meanchey, 15 Desember 2025.
Share :

PHNOM PENH - Kamboja telah mengajukan pengaduan kepada Organisasi Pelarangan Senjata Kimia (OPCW) terkait dugaan penggunaan senjata kimia dan zat kimia oleh militer Thailand dalam konflik perbatasan tahun lalu, demikian dilaporkan media Kamboja.

Menurut surat kabar Phnom Penh Post, pengaduan tersebut diajukan pada 11 September menyusul temuan dari Pusat Aksi Ranjau Kamboja (Cambodian Mine Action Centre). Laporan dari temuan itu menyatakan bahwa 395 warga sipil dan personel keamanan Kamboja terdampak oleh zat-zat yang diduga tersebut.

Heng Ratana, direktur jenderal pusat tersebut, mengatakan bahwa zat-zat itu diduga disebarkan melalui pesawat terbang dan pesawat nirawak (drone), serta melalui peluru artileri kaliber 155 mm dan 120 mm.

Bukti-bukti ditemukan di kawasan permukiman warga, termasuk di pasar, desa-desa, dan lahan pertanian, ujarnya.

"Senjata kimia dan zat kimia telah digunakan. Dari sudut pandang teknis, keduanya merupakan istilah yang berbeda," kata Ratana sebagaimana dikutip oleh Phnom Penh Post.

Thailand Membantah Tuduhan Tersebut.

Pusat tersebut juga mengutip analisis terhadap 61 sampel kimia dari bulan Agustus 2025, yang mengklasifikasikan satu temuan sebagai senjata kimia berdasarkan Konvensi Senjata Kimia dan 22 temuan lainnya sebagai bahan kimia beracun atau berbahaya yang tidak dilarang oleh perjanjian tersebut.

Laporan laboratorium lengkap dan metodologi pengambilan sampel tidak dipaparkan dalam taklimat tersebut.

Sebelumnya, Thailand telah menepis tuduhan Kamboja yang menyatakan bahwa pasukannya menggunakan senjata kimia.

Pada Juli 2025, Kementerian Luar Negeri Thailand menyebut tuduhan tersebut "tidak berdasar" dan merupakan bagian dari kampanye disinformasi.

Angkatan Darat Kerajaan Thailand kemudian juga menepis klaim terkait penggunaan amunisi fosfor putih, dengan menyatakan bahwa amunisi tersebut tidak diklasifikasikan sebagai senjata kimia menurut Konvensi Senjata Kimia.
 

(Rahman Asmardika)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya