Pusat tersebut juga mengutip analisis terhadap 61 sampel kimia dari bulan Agustus 2025, yang mengklasifikasikan satu temuan sebagai senjata kimia berdasarkan Konvensi Senjata Kimia dan 22 temuan lainnya sebagai bahan kimia beracun atau berbahaya yang tidak dilarang oleh perjanjian tersebut.
Laporan laboratorium lengkap dan metodologi pengambilan sampel tidak dipaparkan dalam taklimat tersebut.
Sebelumnya, Thailand telah menepis tuduhan Kamboja yang menyatakan bahwa pasukannya menggunakan senjata kimia.
Pada Juli 2025, Kementerian Luar Negeri Thailand menyebut tuduhan tersebut "tidak berdasar" dan merupakan bagian dari kampanye disinformasi.
Angkatan Darat Kerajaan Thailand kemudian juga menepis klaim terkait penggunaan amunisi fosfor putih, dengan menyatakan bahwa amunisi tersebut tidak diklasifikasikan sebagai senjata kimia menurut Konvensi Senjata Kimia.
(Rahman Asmardika)